UMP Kalbar 2023

Pekerja Pontianak Curhat Biaya Kebutuhan Makin Mahal, Harap Kenaikan UMK 2023 Memihak ke Masyarakat

Edi Kamtono pun memastikan UMK Pontianak 2023 akan mengalami kenaikan dari nominal UMP Kalbar 2023.

Kolase tribunpontianak.co.id / fiz
Salah satu pekerja di Pontianak curhat biaya kebutuhan pokok mahal. Berharap kenaikan UMK 2023 Pontianak memihak ke masyarakat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono mengatakan bahwa Upah Minimum Kota (UMK) Pontianak tahun 2023 tengah disusun oleh Dewan Pengupahan.

Edi Kamtono pun memastikan UMK Pontianak 2023 akan mengalami kenaikan dari nominal UMP Kalbar 2023.

"Sedang disusun, kalau provinsi kan Rp 2,6 sekian juta per bulan nilainya, Kalau kita sedang disusun tapi di atas itu," ucapnya usai menghadiri peresmian Rumah Adat Bugis Soraja Aliri Mpero, Sabtu 3 Desember 2022.

"Mungkin dalam 2 atau 3 hari atau minggu-minggu ini sudah bisa diterbitkan," sambungnya.

Jelang penetapan UMK Pontianak 2023, sejumlah pekerja di Kota Khatulistiwa mengaku menantikan informasi UMK tersebut.

Penetapan UMK 2023 di Kalbar Ditentukan Senin 7 Desember 2022

Satu di antara pekerja di Kota Pontianak, Amrozi (26), mengaku menantikan informasi UMK bagi pekerja. Dirinya berharap kebijakan yang diambil oleh pemerintah kedepannya bisa lebih memihak kepada rakyat, khususnya kaum pekerja.

"Apalagi sekarang kebutuhan mahal. Kita tahu sendiri lah, sekarang apa-apa sudah mahal. Belum untuk makan sehari-hari, untuk kuota internet, jajan anak, serta keperluan harian lain," jelas pria yang bekerja disalah satu perusahaan swasta di Kota Pontianak tersebut, Sabtu 3 Desember 2022.

Di samping itu, dia juga berharap apabila kenaikan UMK benar-benar terealisasi kedepannya, tidak menanggung. Dalam artian, kenaikan UMK yang berlaku bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga untuk menabung.

"Semoga saja benar-benar terealisasi agar kenaikan UMK ini bisa jadi awal untuk mensejahterakan para pekerja seperti saya," tutupnya.

Senada dengan hal tersebut, Tria (25) yang merupakan salah satu barista di wilayah Kabupaten Kubu Raya juga menuturkan harapan agar kenaikan UMK bisa jadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Dirinya menilai, penghasilan dari UMK yang ada saat ini hanya sekedar cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Sedangkan untuk menabung, dirasa masih sulit lantaran kebutuhan hidup yang mulai meninggi.

"Apalagi sejak BBM naik kemarin, beberapa harga bahan pokok juga naik. Sebelumnya memang bisa menabung biarpun tak banyak. Namun semenjak BBM naik, harga lain juga naik membuat menabung jadi hal yang sukar dengan pendapatan yang sekarang," bebernya.

Edi Kamtono Beri Sinyal Kenaikan UMK Pontianak 2023, Berapa Nominalnya?

Ditanya mengenai kemungkinan ingin mencari pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan, dirinya menyebut masih belum memikirkan kemungkinan tersebut. Terlebih, dirinya saat ini masih sibuk dengan pekerjaan sehari-hari yang juga cukup memakan waktu dan tenaga.

"Sebenarnya kurang cukup, tapi ya harus pandai-pandai muter uang. Tapi efeknya banyak yang ke-press (menekan) kebutuhannya. Contoh misalnya yang biasanya beli lima, sekarang cuman cukup beli tiga. Kerja sampingan sih belum dulu, karena sekarang sambil kerja dan kuliah juga,” katanya.

Dengan adanya kenaikan Upah Minimum Kalbar (UMP) sebesar 7,16, diharapkan Tria, UMK Kubu Raya juga mengalami kenaikan yang signifikan, agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih pasca kenaikan harga BBM pertalite.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved