Di 2022, Dinkes Sanggau Catat 62 Kasus HIV AIDS di Kabupaten Sanggau
Sementara terkait data kasus 5 tahun terakhir yaitu tahun 2017 sebanyak 32 kasus, tahun 2018 sebanyak 28 kasus, tahun 2019 sebanyak 58 kasus, tahun 20
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Sarimin Sitepu menyampaikan bahwa hingga Oktober 2022, sebanyak 62 kasus positif HIV AIDS di Kabupaten Sanggau. Dari kesemuanya itu, 14 diantaranya AIDS dan 4 orang meninggal dunia.
"Didominasi oleh usia 24-49 tahun. Ada juga bayi yang positif yaitu 2 kasus. Kalau berdasarkan pekerjaan, didominasi oleh populasi risiko tinggi,"katanya, Rabu 30 November 2022.
Populasi resiko tinggi lanjutnya, adalah pasangan orang dgn hiv, laki-laki suka laki-laki, waria, pelanggan psk, wanita penjaja sex dan pria penjaja sex.
Sementara terkait data kasus 5 tahun terakhir yaitu tahun 2017 sebanyak 32 kasus, tahun 2018 sebanyak 28 kasus, tahun 2019 sebanyak 58 kasus, tahun 2020 sebanyak 62 kasus, tahun 2021 sebanyak 48 kasus dan 2022 sebanyak 62 kasus (Sampai Oktober 2022).
• Peringatan Hari Aids Setiap 1 Desember Upaya Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap HIV
Kemudian, total kumulatif 5 tahun terakhir adalah 228 kasus, laki-laki sebanyak 145 kasus dan perempuan sebanyak 83 kasus.
"Dari semuanya itu, pasangan orang dengan HIV-AIDS (ODHA) 93 kasus, pelanggan penjaja sex sebanyak 68 kasus dan lain-lain sebanyak 67 kasus,"jelasnya.
Oleh karenanya, kedepan pihaknya pun menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah terjadi kasus HIV yang baru.
"Langkah-langkah yang dilakukan Dinkes untuk mewujudkan bebas HIV ditahun 2030 adalah melaksanakan deteksi dini secara masif kepada kelompok beresiko, sehingga lebih cepat ditemukan dan diobati untuk mencegah kasus baru,"tuturnya.
Selain itu, membentuk tim perawatan dan pengobatan di Puskesmas untuk memudahkan pasien untuk mendapatkan obat, sosialisasi pencegahan, penularan dan pengobatan HIV pada setiap kesempatan oleh petugas di Puskesmas dan menghilangkan stigma negatif di masyarakat.
"Kita juga imbau kepada masyarakat agar setia pada pasangan dan memakai kondom untuk melakukan sex beresiko,"pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News