Peringatan Hari Aids Setiap 1 Desember Upaya Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap HIV

“Yang ingin disampaikan didalam tema hari Aids sedunia itu, mengingatkan kepada semua bahwa upaya untuk mencegah HIV ini harus dilakukan oleh semua se

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD LUTHFI
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Hary Agung saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu 30 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Hari tersebut didedikasikan bagi mereka yang telah meninggal karena penyakit AIDS.

Hari AIDS Sedunia juga bertujuan untuk mendukung orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta menyebarkan kesadaran akan AIDS yang disebabkan oleh virus HIV dan dorongan untuk bersatu melawan penyakit ini.

Sehubungan dengan hari AIDS Sedunia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Hary Agung menjelaskan, dalam peringatan hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2022 besok, memiliki tema nasional yakni “Satukan Langkah Cegah HIV dan Semua Setera Akhiri AIDS”.

“Yang ingin disampaikan didalam tema hari Aids sedunia itu, mengingatkan kepada semua bahwa upaya untuk mencegah HIV ini harus dilakukan oleh semua sektor, untuk perduli pada HIV ini,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 30 November 2022.

Dinas Kesehatan Ungkap 32 Kasus HIV di Sambas Rentang Januari Hingga Juni 2022

Hary menjelaskan kenapa peran semua sektor sangat penting. Hal tersebut dikarenakan adanya target tahun 2030 (3 Zero Ending) yang dirincikan sebagai berikut.

“Pertama, tidak ada lagi kasus baru HIV di Kalimantan Barat pada tahun 2030. Kemudian tidak ada lagi kasus kematian karena HIV di Kalimantan Barat pada tahun 2030. Ketiga, tidak ada lagi diskriminasi dan stigma pada kasus HIV di Kalimantan Barat pada tahun 2030,” jelas Kadiskes.

Dijelaskan Hary, untuk mencapai tiga target 3 Zero Ending 2030 tersebut, ada beberapa upaya yang dilakukan.

Diantaranya yakni, ditargetkan 95 persen orang dengan HIV (ODHIV) mengetahui status HIV nya, 95 persen ODHIV diobati dan 95 persen ODHIV yang diobati mengalami supresi virus.

Penembakan Terjadi di Tempat Hiburan Malam di Pontianak, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Nah itu dilakukan pemeriksaan. Jadi 95 persen harus ditemukan, 95 persen harus diobati dan 95 persen yang diobati itu harus dilakukan pemeriksaan rutin. Supaya tidak terjadi kematian,” ungkapnya.

Oleh karenanya, untuk mencapai 3 Zero Aids peran dari semua sektor atau seluruh lapisan masyarakat sangat besar, guna bersama-sama mendampingi ODHIV melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Ini tidak hanya tenaga kesehatan saja, tetapi dibantu oleh kader. Kader HIV atau kelompok-kelompok perduli yang membantu kaitannya dengan tiga hal tadi. Dia menemukan kemudian melakukan pendampingan dan sebagainya,” jelasnya.

Terakhir, melalui edukasi kepada masyarakat tentang HIV-AIDS yang dikampanyekan oleh jajaran kesehatan, kelompok perduli Aids dan juga duta HIV Aids. Diharapkan, kedepannya tidak ada lagi diskriminiasi kepada ODHIV.

“Nah inilah beberapa hal yang saya kira penting. Supaya tiga target tadi bisa tercapai,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved