Kalbar Pertahankan Zero Case Penyakit Mulut dan Kuku
Munsif mengimbau kepada peternak di Kalbar bersedia untuk ternak berkuku belah (Sapi babi kambing dan kerbau) untuk dilakukan vaksinasi.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kadis Dinas Perkebunan dan Peternakan ( Disbunnak ) Kalbar, Muhammad Munsif mengatakan untuk mempertahankan zero case Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) pihaknya melakukan lima langkah.
Kasus PMK pada ternak pertama kali mencuat di Kalbar minggu ke-4 April 2022. Namun secara resmi dinyatakan outbreak PMK 12 Mei 2022 setelah hasil uji lab dari Pusvetma mengkonfirmasi positif kasus laporan dugaan PMK pada kambing di Kabupaten Mempawah pada ternak sapi di Kabupaten Kubu Raya.
Terbaru ini, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, Muhammad Munsif mengatakan Kalbar sudah tidak ada lagi penambahan kasus aktif lagi per 5 Agustus 2022 dan per 11 Agustus 2022 seluruh kasus PMK berhasil ditekan menjadi “Zero Case PMK”.
Langkah pertama mempertahankan zero PMK adalah mengintensifkan lagi penerapan lima strategi utama penanggulangan PMK yang sudah dijalankan dengan memberikan telanan prioritas kepada penerapan program Kalbar Beraksi yaitu berantas PMK melalui biosekuriti dan vaksinasi.
• Update Kasus PMK, Kadisbunnak Kalbar Nyatakan Zero Case
• Wujudkan Kalbar Zona Putih Dengan Terus Lanjutkan Upaya Pengendalian PMK
Kalbar beraksi dilakukan melalui percepatan upaya vaksinasi PMK di 14 kabupaten kota, penambahan petugas untuk melakukan sosialisasi tentang pengendalian PMK khususnya terkait biosekuriti.
"Kita menyediakan dan menyalurkan bantuan desinfektan dan sprayer kepada peternak dalam rangka cleaning and desinfeksi, melakukan surveilans pasca vaksinasi, menyediakan dan memberikan layanan pengobatan dan penyuntikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak," ujarnya.
Langkah selanjutnya adalah percepatan vaksinasi di Kalbar yang secara efektif baru mulai dilaksanakan tanggal 25 Juni 2022.
Total jumlah vaksinasi yang sudah di drop ke Kalbar kata Munsif total 128.900 dosis dengan rincian merk AFTOPOR 63.900 dosis, merk CAVAC 50.000 dosis dan merk AFTOSA 15.000 dosis.
"Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di 14 kabupaten kota. Pelaksanaan vaksinasi di Kalbar dilakukan dengan total dosis sampai saat ini mencapai 67.634 dosis (52,47 persen) dengan rincian pada sapi 64.970 dosis (96,065), pada kerbau 72 dosis (0,11%), pada kambing 2576 (2,26%) dosis dan babi 16 ekor (0,03%). Untuk jumlah ternak yang divaksinasi mencapai 46.695 ekor," ungkapnya.
Munsif mengimbau kepada peternak di Kalbar bersedia untuk ternak berkuku belah (Sapi babi kambing dan kerbau) untuk dilakukan vaksinasi.
Tak hanya itu juga melakukan penerapan biosekuriti sederhana pada peternakannya seperti mengisolasi ternak yang sakit, melakukan pembersihan dan desinfeksi pada kandang, tidak berkunjung pada ternak yang sakit dan sebagainya.
"Harapan kita juga, peternak membantu pemerintah dalam pelaksanaan lalu lintas ternak, melaporkan apabila ada ternak yang sakit dan endorong kolaborasi multipihak secara berkelanjutan mulai dari level pemerintahan desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi agar target vaksinasi PMK dan penandaan ternak dalam rangka pengawasan lalulintas ternak di Kalbar dapat berjalan efektif dan Kalbar bisa segera dinyatakan bebas dari wabah PMK," ujarnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News