Imunisasi Polio Belum Capai Target, Kadiskes Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Pasalnya, jika dilihat berdasarkan data tahun 2022, sampai akhir Oktober atau laporan awal November 2022 terdapat beberapa kabupaten/kota di Kalbar ya

Istimewa
Ilustrasi virus polio. Kadiskes Upayakan Tingkatkan Cakupan Imunisasi OPV dan IPV pasca Kemenkes RI tetapkan polio sebagai KLB. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Kesehatan RI menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul temuan kasus infeksi polio di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Dengan adanya penetapan status KLB polio di Indonesia, semua daerah, termasuk Kalimantan Barat (Kalbar) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan akan penyebaran polio.

Kendati belum ada temuan kasus di Kalbar, namun langkah-langkah antisipasi tetap gencar dilakukan. Terlebih, cakupan imunisasi polio di Kalbar belum mencapai target nasional.

Oleh karenanya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harry Agung mengimbau kepada seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran polio di Kalbar.

Pasalnya, jika dilihat berdasarkan data tahun 2022, sampai akhir Oktober atau laporan awal November 2022 terdapat beberapa kabupaten/kota di Kalbar yang cakupan imunisasi Oral Polio Vaccine (OPV) lengkap dan Inactivated Polio Vaccine (IPV) masih dibawah rata-rata.

Cegah Penyebaran Polio di Kalbar, Kadiskes Kalbar Imbau Masyarakat Tak Buang Air Besar Sembarangan

Diantaranya yakni, Kota Singkawang, dengan cakupan imunisasi OPV4 36,6 persen dan IPV 31,1 persen.

Kota Pontianak cakupan imunisasi OPV4 54,9 persen dan IPV 48,6 persen.

Kayong Utara cakupan imunisasi OPV4 56,2 persen dan IPV 41,6 persen.

Mempawah cakupan imunisasi OPV4 56,6 persen dan IPV 38,7 persen.

“Jadi ini kabupaten/kota yang harus mendapat perhatian. Mohon untuk melakukan respon bagaimana meningkatkan cakupan imunisasi polio dan imunisasi dasar lengkap lainnya,”pinta Kadiskes, Minggu 27 November 2022.

Kadiskes menambahkan, selain itu, ada juga kabupaten/kota yang cakupan imunisasi OPV dan IPV sudah memenuhi target.

Yakni, kabupaten Landak dengan cakupan imunisasi OPV4 88 persen dan IPV 92,7 persen.

Kabupaten Sambas imunisasi OPV4 83 persen dan IPV 77,8 persen

Kabupaten Sekadau imunisasi OPV 88,9 persen dan IPV 59,6 persen.

“Saya kira semua kabupaten harus sama-sama berupaya meningkatkan cakupan imunisasi polio, dan sampai akhir tahun mudah-mudahan kita bisa mencapai target yang telah ditetapkan secara nasional,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved