Khazanah Islam
Nama Berhala yang Pernah Disimpan di Kabah Saat Periode Jahiliah di Jazirah Arab
Rasa takut yang kuat menghadapi kekuatan alam yang menimbulkan bencana mendorong mereka mencari kekuatan lain di luar Allah SWT.
Dia Amru bin Luhay mengajarkan kepada masyarakat Makkah cara menyembah berhala.
Sehingga masyarakat menyakini bahwa berhala adalah perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Sejak itulah mereka mulai membuat berhala-berhala sehinga mencapai 360 berhala yang diletakkan mengelilingi Ka’bah.
Mulailah kepercayaan baru masuk ke masyarakat Makkah dan kota Makkah menjadi pusat penyembahan berhala.
Ketika melaksanakan haji, bangsa Arab melihat berhala-berhala di sekitar Kabah.
Mereka bertanya alasan menyembah berhala.
Para Pembesar menjawab bahwa berhala-berhala tersebut merupakan perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Setelah itu, mereka kembali ke daerahnya dan meniru cara ibadah masyarakat Makkah.
Mulailah kepercayaan baru menyebar di jazirah Arab.
Padahal, patung-patung tersebut jika ditendang atau dipukul tidak bisa membela diri karena patung-patung tersebut benda mati. (*)
Disclamair : Isi redaksi dan pembahasan materi diatas dilansir dari buku siswa Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD) Kelas 3 Terbitan Kementerian Agama tahun 2020.
Simak Berita terkait Khazanah Islam Tribun Pontianak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Satu-di-antara-kepercayaan-masyarakat-Arab-sdf-sd.jpg)