Daya Saing dan Ketahanan Iklim Jadi Tema BIMP-EAGA Ke-25, Wako Pontianak Paparkan Kondisi Geografis

Kepada para tamu delegasi BIMP EAGA ke-25, Wako Pontianak memaparkan kondisi geografis Kota Pontianak dan kehidupan masyarakat yang heterogen.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Muhammad Rokib
Foto bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji, Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan beserta para delegasi BIMP-EAGA pada jamuan makan malam di PCC pada Kamis 24 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono didampingi wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan beserta Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyambut kedatangan para tamu delegasi BIMP EAGA ke-25, saat acara gala dinner di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Pontianak pada Kamis 24 November 2022.

Kepada para tamu delegasi BIMP EAGA ke-25, Wako Pontianak memaparkan kondisi geografis Kota Pontianak dan kehidupan masyarakat yang heterogen.

Satu diantara yang disebutkannya adalah Sungai Kapuas sebagai sungai terpanjang di Indonesia menjadi sebuah kebanggaan bagi ibukota Provinsi Kalimantan Barat

Menurut Wako Edi, Sungai Kapuas ini menawarkan yang menarik dan unik untuk dapat dinikmati sebagai tujuan rekreasi para pengunjung yang datang ke Kota Pontianak. 

Delegasi BIMP-EAGA Ke-25 Disuguhkan Kuliner Khas Pontianak di Acara Gala Dinner, Apa Aja Menunya?

Dia pun mempersilahkan bagi para tamu untuk menghabiskan waktu luang setelah rapat agar mengeksplor dan menikmati suasana keindahan Kota Khatulistiwa ini.

"Anda (para tamu) dapat berjalan di promenade, menyusuri sungai dengan kapal wisata melihat kehidupan masyarakat tepian sungai, mempelajari sejarah Pontianak di Kesultanan Kadriyah dan Masjid Agung Jami serta menikmati masakan khas kota ini," ungkap Wako Edi.

Sebagai ibukota Provinsi Kalbar, Kota Pontianak memiliki peran strategis sebagai jembatan penghubung tidak hanya antar kota di Kalbar dan Indonesia, tapi juga dengan negara tetangga, yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam.

Berkaitan dengan tema pertemuan BIMP-EAGA tahun ini, yakni 'Mendukung Daya Saing dan Ketahanan Iklim', menurut Edi Kamtono, tema itu sejalan dengan visi Kota Pontianak untuk mewujudkan kota yang ramah lingkungan, cerdas dan bermartabat dengan masyarakat yang makmur, kreatif dan memiliki daya saing.

Semangat itu diimplementasikan melalui upaya meningkatkan daya saing serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Dengan semakin meningkatnya risiko terkait iklim, maka penting bagi kita untuk semakin memperkuat kerjasama meningkatkan adaptasi dan mitigasi risiko iklim sekaligus meningkatkan resiliensi," ucapnya.

Edi menilai, perubahan iklim meningkatkan kerentanan di Kota Pontianak. Cuaca yang semakin ekstrim menyebabkan kota ini menjadi rentan terhadap banjir di musim hujan, dan rentan terhadap kebakaran lahan di musim kemarau.

Dengan kondisi demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan tata kelola lingkungan serta terus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

"Saya percaya, melalui pertemuan bergengsi ini, kita semua dapat belajar dari satu sama lain, di bawah satu kesatuan BIMP-EAGA untuk mewujudkan pembangunan yang baik bagi bumi dan manusia," pungkasnya. 

7 Isu Strategis dibahas Pertemuan BIMP EAGA, Sutarmidji Sebut Bukan Hanya Bicara Tentang Kalbar Saja

Sebagaimana diketahui, pejabat setingkat menteri yang diundang dari empat negara antara lain dari Indonesia yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Perwakilan Brunei Darussalam ada Minister at the Prime Minister’s Office and Minister of Finance and Economy II Ministry of Finance and Economy Dato Seri Setia Dr Awang Haji Mohd Amin Liew Bin Abdullah. 

Kemudian dari Malaysia Minister in the Prime Minister Department (Economic) Prime Minister’s Department Dato’ Sri Mustapa Bin Mohamed. Selanjutnya dari Filipina ada Chairman Mindanao Development Authority Sec Maria Belen S Acosta.

Kerja sama ekonomi sub-regional BIMP-EAGA yang didirikan 1994 melibatkan empat negara anggota yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina. Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah yang berdekatan secara geografis. 

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved