Khazanah Islam

Ketentuan, Rukun dan Syarat Jual Beli dalam Islam

Secara istilah Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara tertentu.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK
Secara istilah Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara tertentu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Secara bahasa Arab, jual beli berarti al-bay’u yang berarti mengambil atau memberikan sesuatu.

Secara istilah Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara tertentu.

Cara-cara itu diatur dalam ketentuan fikih muamalah tentang jual beli.

Di antaranya rukun, syarat, dan khiyar. Hukum asal jual beli adalah Mubah atau boleh.

Meskipun demikian ada beberapa sebab yang bisa mengubah hukum asal ini.

Arti dan Penjelasan Sifat Wajib, Mustahil dan Jaiz Nabi dan Rasul

Jual beli bisa menjadi wajib apabila menjual merupakan suatu keharusan, seperti menjual untuk membayar hutang yang sudah jatuh tempo.

Jual beli juga bisa menjadi sunah jika barang yang dijual sangat diperlukan oleh pembeli. Hukum jual beli pun bisa berubah menjadi haram apabila dilakukan dalam rangka kemaksiatan,

seperti menjual barang haram, jual beli dengan tujuan merusak harga pasar, atau menjual barang yang bisa merusak ketentraman masyarakat.

Rukun dan Syarat Jual Beli

Dalam fikih muamalah rukun merupakan sesuatu yang harus ada dalam muamalah. Jika tidak ada akan menyebabkan muamalah yang dilakukan tidak sah.

Adapun rukun jual beli terdiri dari adanya penjual dan pembeli, ada obyek yang dijual belikan, dan akad (ijab qabul) jual beli.

Syarat dan Rukun Jual Beli

  • Penjual dan Pembeli

Berakal

Bukan orang gila atau memiliki keterbelakangan mental

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved