BMKG Minta Masyarakat Kalbar Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Selama Sepekan
Potensi terjadi hujan lebat juga masih berpeluang terjadi di wilayah Kalbar bagian timur yaitu Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Sekadau.
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Cuaca ekstrem melanda beberapa kota di Kalbar, Badan Meteorologi klimatologi Geofisika ( BMKG ) Stasiun Meteorologi Supadio menyampaikan saat ini terdapat bibit siklon 94S di Samudra Hindia sebelah barat daya Jawa Barat.
Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Nanang Buchori mengatakan Adanya bibit siklon tersebut akan berdampak tidak langsung terhadap pembentukan pola angin di sekitar Kalimantan Barat yang mendukung potensi terbentuknya awan-awan penghujan di Kalimantan Barat.
Diprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang dan sore hari berpotensi terjadi tanggal 17 – 21 November 2022 di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.
khusus di wilayah Kalbar bagian barat yaitu di Kabupaten/Kota : Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Pontianak, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Sambas, Landak dan Sanggau.
• Peringatan BMKG, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Kalimantan Barat Tanggal 17 - 23 November 2022
• Kecepatan Angin 61 Km/Jam Saat Porak-porandakan Kanopi Pejalan Kaki Bandara Supadio
"Pada wilayah-wilayah tersebut perlu diwaspadai dampak cuaca ekstrem seperti adanya pohon tumbang, jalan menjadi lebih licin, hingga munculnya genangan/banjir, Potensi terjadi hujan lebat juga masih berpeluang terjadi di wilayah Kalbar bagian timur," kata Nanang Buchori
Potensi terjadi hujan lebat juga masih berpeluang terjadi di wilayah Kalbar bagian timur yaitu Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Sekadau.
Khususnya pada wilayah-wilayah yang saat ini masih terjadi genangan/banjir agar terus mewaspadai potensi masih akan berlangsungnya genangan / banjir tersebut hingga 1 minggu ke depan.
Lanjutnya Dan Diprakirakan pasang air laut maksimum di sekitar Kota Pontianak setinggi 1.6 meter masih berpotensi terjadi pada tanggal 17 November 2022 pukul 13.00 – 15.00 WIB. Diprakirakan Pasang air laut selanjutnya sudah tidak berada pada fase maksimum.
Masyarakat Pesisir Barat Kalbar agar mewaspadai potensi terjadi pasang air laut maksimum periode berikutnya yaitu tanggal 26 hingga 30 November 2022. "Ungkapnya
Tak hanya itu, Kepala Stasiun Meteorologi Supadio ini juga menuturkan waspadai potensi gelombang kategori tinggi, yang berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara. Tinggi gelombang 1.25 - 2.5 m (Kategori Sedang) tanggal 17 – 19 November 2022 berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Natuna, Perairan Kep. Karimata, dan Perairan Kendawangan.
" Pada tanggal 20 – 23 November 2022 mendatang diprakirakan Tinggi gelombang 1.25 - 2.5 m (Kategori Sedang) berpeluang terjadi di Laut Natuna, Perairan barat Kep. Natuna, Perairan utara Kep. Natuna, Perairan selatan Kep. Natuna – P. Midai, Perairan Kep. Subi – Serasan, Perairan utara Sambas, Perairan utara dan selatan Kep. Anambas, Perairan Kep. Karimata."katanya
Dan ia mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di area sekitar pesisir yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
Diprakirakan kemudahan terjadi kebakaran hutan dan lahan wilayah Kalimantan Barat masih berada pada kategori aman hingga 1 minggu ke depan.
BMKG Stasiun Meteorologi Supadio membuka layanan informasi cuaca 24 jam dapat menghubungi melalui call center 0561 - 721142, https://kalbar.bmkg.go.id ,Sosial media yang telah terverifikasi : fanpage facebook, instagram, dan youtube : BMKG Kalbar. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bmkg-181122-kalbarra.jpg)