Terungkap 3 Anggota Panwascam Terdaftar Anggota Parpol, Bawaslu Sintang Beberkan Duduk Persoalannya

42 anggota Panwascam ini sudah dilantik pada 28 Oktober 2022 lalu. Termasuk tiga nama anggota yang namanya terdaftar dalam SIPOL.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Agus Pujianto
Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang, Fransiskus saat ditemui di kantornya pada Rabu 16 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terdaftar sebagai anggota partai politik (Parpol). Dari total 42 anggota Panwascam, terkuak ada nama NIK-nya masuk dalam Sistem Informasi Partai Politik (SIPOl).

42 anggota Panwascam ini sudah dilantik pada 28 Oktober 2022 lalu. Termasuk tiga nama anggota yang namanya terdaftar dalam Sipol.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sintang saat ini sedang melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak untuk memastikan apakah 3 orang anggota Panwascam itu nama dan NIK-nya dicatut partai politik atau memang terdaftar sebagai anggota partai politik.

"Dari 42 orang anggota Panwascam, ada tiga orang yang terdata masuk Sipol," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang, Fransiskus, Rabu 16 November 2022.

Ketiga orang ini diketahui terdaftar dalam Sipol setelah dilantik sebagai anggota Panwascam. Padahal, saat pendaftaran calon Panwascam nama mereka tidak ada dalam Sipol.

Antisipasi Konflik Sosial Melalui Pendekatan Kearifan Lokal di Sintang

Menurut Fransiskus, jika sedari awal pendaftaran nama ketiganya terdaftar di SIPOL, tentu dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sebab, baik anggota ataupun pengurus Parpol otomatis tidak dimungkinkan menjadi penyelenggara karena pedoman menerima penyelengara pemiku itu minimal sudah tidak menjadi anggota dan pengurus partai dalam kurun waktu 5 tahun.

"Kalau dari awal mereka tercatat masuk dalam SIPOL dianggap tidak memenuhi syarat. Persoalanya justru setelah dilantik kita croscek kembali ada 3 orang terdata masuk di sipol. Ada 3 orang, satu dari kecamatan Sintang 2 dari ketungau hulu," ungkap pria yang akrab disapa Ancis ini.

Ancis memastikan Bawaslu menindaklanjuti temuan ini dengan memanggil sejumlah pihak, baik KPU, Parpol dan anggota Panwascam yang namanya masuk dalam SIPOL untuk diklarifikasi.

"Bawaslu memastikan apakah ini termasuk anggota dan pengurus partai yang sebenarnya sudah berapa lama. Cuma memang menjadi pertanyaan kami kok waktu pendaftaran kemarin mereka tidak terdata di SIPOL saat dicek. Kemudian dalam waktu yang tidak terlalu lama justru masuk di SIPOL. Yang bisa menjawab sesungguhnya partai dengan KPU, karena SIPOL sendiri kan sistem informasi yang disiapkan oleh KPU untuk partai mengisi data data baik keanggotaan, kepengurusan bahkan kesekretariatan partai," kata Ancis.

Rekrutmen PPK, PPS dan KPPS Kecamatan/Desa di Sintang Segera Dibuka, Intip Syarat dan Besaran Gaji

Ketiga anggota Panwascam yang namanya masuk dalam SIPOL tersebut saat ini masih bekerja sebagaimana mestinya sampai dengan keluar hasil pleno dari Bawaslu. Jika terbukti benar mereka terdaftar sebagai anggota Parpol, sanksinya akan diganti dengan Pergantian Antar Waktu (PAW).

Bawaslu tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Oleh sebab itu, pihaknya masih melakukan klasifikasi ke sejumlah pihak.

"Kami tetap melakukan proses secara kelembagaan berkordinasi memastikan langkah apa yang paling tepat untuk diambil sikap pada mereka yang masuk dalam SIPOL ini. Karena kalau kami salah mengambil keputusan, misal dia dicatut (Parpol) orang juga bisa mengkomplain, kan. Jadi kami masih berusaha untuk memastikan supaya konstruksinya jelas, putusanya juga baik bagi semua, bagi lembaga juga tidak ceroboh mengambil sikap tetapi bagi mereka posisi salah benarnya kalau tidak salah memutuskan kan menjadi panjang ceritanya. Sekarang sudah tahap klarifikasi kumpulkan data akan diplenokan dan konsultasi secara lembaga ke provinsi dan pusat gimana terkait ini. Kami lengkapi data KPU, seperti update terakhir SIPOL, kalau masih tercantum tetapi orangnya merasa sudah tidak, bagaimana menyelesiakannya dengan partai, atau antara partai dengan KPU," cecar Ancis. 

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved