Breaking News

Khazanah Islam

Arti, Syarat dan Rukun Jual Beli dalam Islam

jual beli menurut istilah adalah pertukaran harta dengan harta untuk keperluan pengelolaan yang disertai dengan lafal ijab dan kabul

Tayang:
Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK
jual beli menurut istilah adalah pertukaran harta dengan harta untuk keperluan pengelolaan yang disertai dengan lafal ijab dan kabul menurut tata aturan yang ditentukan dalam syariat Islam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Islam mengatur muamalah di antara sesama manusia atas dasar amanah, jujur, adil, dan memberikan kemerdekaan dalam bermuamalah serta menghindari unsur penipuan.

Bagaimanakah pengertian Jual Beli dalam Islam?

Secara etimologis (bahasa) Jual Beli berarti tukar menukar secara mutlak (mutlaq al-mubadalah)

atau berarti tukar menukar sesuatu dengan sesuatu (muqabalah syai’ bi syai’).

Sementara itu Jual Beli menurut istilah adalah pertukaran harta dengan harta untuk keperluan pengelolaan yang disertai dengan lafal ijab dan kabul menurut tata aturan yang ditentukan dalam syariat Islam.

Arti dan Pembagian Hukum Tentang Shalat Berjamaah

Jual beli merupakan akad yang dibolehkan menurut al-Quran, Sunnah dan ijmak ulama.

Maka, hukum asal jual beli adalah mubah atau boleh. Ini artinya setiap orang Islam bisa melakukan akad jual beli ataupun tidak, tanpa ada efek hukum apapun.

Rukun Jual beli adalah ketentuan yang wajib ada dalam transaksi jual beli.

Jika tidak terpenuhi, maka jual beli tidak sah.

Mayoritas ulama menyatakan bahwa rukun jual beli ada empat di antaranya

a. Penjual dan pembeli (aqidain).

b. Barang yang diperjual belikan (ma’qud alaih).

c. Alat nilai tukar pengganti barang.

d. Ucapan serah terima antara penjual dan pembeli (ijab kabul).

Syarat jual beli adalah ketentuan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan akad jual beli.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved