Lokal Populer
dr Rubini Berperan Besar Membantu Kaum Wanita dan Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada dr. Rubini menyusul empat nama tokoh lainnya pada tanggal 7 November 2022 lalu
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji sambut baik kedatangan Ahli waris pahlawan nasional dr Raden Rubini Natawisatria dalam kegiatan Ramah Tamah di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis 10 November 2022.
Tampak beberapa pejabat Pemerintah Provinsi dan tokoh-tokoh asal Kalimantan Barat turut serta menghadiri acara ramah tamah tersebut.
Sesi foto bersama antara Gubernur Kalimantan Barat dengan ahli waris dr Rubini dilakukan usai ucapan sambutan dari Gubernur Kalbar.
Kegiatan ramah tamah tersebut diakhiri dengan makan bersama dan pemberian cinderamata antara pemerintah provinsi dengan ahli waris dr Rubini.
Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada dr. Rubini menyusul empat nama tokoh lainnya pada tanggal 7 November 2022 lalu.
dr Rubini ditetapkan sebagai pahlawan nasional dari Kalimantan Barat, hal tersebut dinilai berdasarkan tugas bakti yang diemban dr Rubini dalam memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat, sehingga dr Rubini dikenal sebagai dokter keliling.
Ternyata, selain memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, jauh di masa modern seperti saat ini, semasa hidupnya dr Rubini sudah sangat konsen untuk membantu kaum wanita, khususnya bagi mereka yang kerap kali menjadi korban kekerasan seksual pada masa penjajahan Jepang.
Hal tersebutlah yang mendorong Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bersama pihak terkait, termasuk ahli waris turut serta untuk mengupayakan agar nama dr. Rubini bisa dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Ketua Umum Kowani Ir. Giwo Rubianto Wiyogo menceritakan awal mula Kowani mulai mengupayakan nama dr Rubini agar bisa dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Dia bercerita, diawali dengan kunjungan kerja Kowani pada tahun lalu (2021) untuk turun langsung ke beberapa daerah, yang salah satunya adalah Kalimantan Barat.
Kunjungan tersebut, kata dia, untuk melakukan beberapa kegiatan sosial, salah satunya melaksanakan vaksinasi di daerah makam juang mandor.
Yang mana saat itu, pihaknya juga bersama dengan ahli waris dr Rubini datang berkunjung untuk menyekar makam juang Mandor.
“Dan ternyata di sana kami mendengar langsung aspirasi dari masyarakat mandor, bahwa dokter rubini sangat pantas dijadikan pahlawan nasional,” ujarnya usai mengikuti acara ramah tamah Gubernur Kalbar dengan Ahli Waris dr Rubini, di Pendopo Gubernur Kalbar.
Dia melanjutkan, berdasarkan cerita masyarakat, dr Rubini dikenal sebagai dokter yang memiliki peran besar untuk membantu kaum wanita dan melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dimana dr Rubini saat mendapat tugas di Kalimantan Barat, sebagai dokter, yang kemudian menjadi kepala rumah sakit sangat aktif melihat data-data kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilakukan oleh penjajah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lutfi-101122-rubini.jpg)