Pesan Gubernur Kalbar Sutarmidji Kepada Anak Muda Pada Momen Peringatan Hari Pahlawan

Sutarmidji juga menyayangkan sekarang untuk lagu perjuangan saja mereka (anak muda) sebagian besar sudah tidak tahu. Dengan lagu perjuangan, padahal a

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Adpim Pemprov Kalbar
Gubernur Kalbar berjabat tangan dengan para veteran usai menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pahlawan di Lingkungan Pemprov Kalbar di Halaman Kantor Gubernur, Kamis 10 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan dalam Memperingati Hari Pahlawan, yang paling penting adalah bagaimana anak muda bisa memaknai kata-kata yang telah disampaikan oleh para pahlawan.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalbar usai menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pahlawan di Lingkungan Pemprov Kalbar di Halaman Kantor Gubernur, Kamis 10 November 2022.

“Ini memberi pesan kepada generasi muda kedepannya agar bisa memanajemen negara. Hal ini yang harus menjadi perhatian. Sehingga jiwa kepahlawanan digenerasi muda harus tumbuh dan dikembangkan terutama pada pendidikan,”tegasnya.

Sutarmidji juga menyayangkan sekarang untuk lagu perjuangan saja mereka (anak muda) sebagian besar sudah tidak tahu. Dengan lagu perjuangan, padahal ada semangat bagaimana mencintai negara dan lainnya. Lalu semangat merajut kebersamaan dari berbagai komponen bangsa.

“Saya lebih penting untuk peningkatan SDM, jawaban dari segala hal yakni SDM. Sumber daya alam bisa selesai dan habis, tetapi SDM bagus tidak. Maka dengan demikian kita bisa menjaga keutuhan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana tujuan berbangsa dan bernegara baik dalam undang-undang dasar maupun pancasila,”ujarnya.

Hari Pahlawan Ke-77, Ketua DPRD Kapuas Hulu Ajak Masyarakat Teladani Sifat Kepahlawanan

Gubernur mengatakan Generasi sekarang harus menjalankan pendidikan dengan baik misalnya berinovasi, berkreasi, menuntut ilmu dengan setinggi-tingginya, serta mengimplementasikannya ditengah-tengah masyarakat.

Terutama kembali ke desa, Midji mengatakan bahwa dibeberapa desa yang anak mudanya kembali ke desa. Kini kondisi desa tersebut sudah maju luar biasa.

“Sudah banyak contoh, maka contoh-contoh ini yang harus dilihat generasi muda. Kita-kita ini hanya meletakkan dasar pembangunan lalu generasi emas 2024 mereka yang usianya 20 tahunan itu yang akan mengambil estafet kepemimpinan. Terlebih kita masuk dalam tujuh negara ekonomi besar , itu harus terus dikembangkan,”tegasnya.

Sumber daya alam jangan dijual mentah, terkait hal tersebut, Sutarmidji bahkan setuju Presiden menghentikan ekspor bauksit maupun nikel mentah, yang harusnya diolah. Untuk mengolah ini harus dipersiapkan generasi kedepannya.

“Bayanfkan mengolah bauksit menjadi alumina nilai tambahnya menjadi tujuh kali, kalau jadi alumunium menjadi sembilan kali. Bayangkan apa kita tidak sejahtera jika dibandingkan dengan sekarang,”tegasnya.

Generasi muda dikatakannya harus siap untuk itu, sebelum sumber daya alam habis masyarakat juga harus bisa sejahtera.

“Jangan sampai sumber daya habis, SDM tidak mempuni maka masyarakat masih miskin itu bahaya bagi negara,”pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved