Pelajar Nyaris Diculik

TKP Percobaan Penculikan Anak di Sintang Nihil CCTV, Gang Sepi dan Area Kebun Karet

"Dari hasil penelusuran petugas kita dalami kita cek mungkin ada CCTV di sekitar TKP namun tidak kita temukan, saat ini masih kami dalami,” kata Kapol

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Lokasi kejadian jalan di sekitar SMP 3 Sintang tempat NI dicegat orang tak dikenal menggunakan Sepeda Motor sangat lengang. Jalan beraspal. Hanya Cukup untuk melintas satu kendaraan roda empat. Di sisi kanan jalan, kebun karet. Sisi lainnya, semak belukar. Rumah penduduk pun jarang-jarang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Polres Sintang tengah memburu pelaku percobaan penculikan terhadap NI, siswi kelas VI SDN 17 Sungai Ana di Sintang, Kalimantan Barat.

NI berhasil meloloskan diri setelah melawan dengan cara menendang perut seorang pria tak dikenal yang menyamar sebagai seorang perempuan. Kedua lengan korban sempat ditangkap dan diajak naik ke sepeda motor.

Kejadian percobaan penculikan anak terjadi pada pukul 07.00 Wib di depan SMP Negeri 03 Desa Sungai Ana, Kecamatan Sintang.

Pasca mendapatkan laporan, anggota Polsek Sintang Kota mendatangi TKP untuk mereka adegan percobaan penculikan bersama korban dan sejumlah saksi. Petugas juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mencari keberadaan CCTV. Sayangnya, tidak ada CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Dari hasil penelusuran petugas kita dalami kita cek mungkin ada CCTV di sekitar TKP namun tidak kita temukan, saat ini masih kami dalami,” kata Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian, Rabu 9 November 2022.

Dari Bujukan Hingga Paksaan, Cerita Pelajar di Sintang yang Diculik: Masa Perempuan Ada Kumisnya

Dari pantauan Tribun di lokasi kejadian, jalan tempat NI dicegat orang tak dikenal menggunakan Sepeda Motor sangat lengang. Jalan beraspal. Hanya Cukup untuk melintas satu kendaraan roda empat. Di sisi kanan jalan, kebun karet. Sisi lainnya, semak-semak. Rumah penduduk pun jarang-jarang.

Saat kejadian, NI sedang melaksanakan kegiatan olahraga pagi bersama teman temannya dengan berjalan kaki keluar lingkungan sekolah SDN 17 Desa Sungai Ana Sintang dengan rute ke arah SMP Negeri 03 Desa Sungai Ana Sintang.

Kegiatan olahraga tersebut dipimpin langsung oleh guru olahraga SDN 17 Sungai Ana, Johan. Namun dia sudah duluan menggunakan Sepeda Motor.

Ketika NI berada di sekitar SMP Negeri 03, Korban merasa diikuti oleh orang yang menggunakan satu Unit Mobil berwarna merah dan 1 unit sepeda motor Honda Vario warna Hitam yang dikendarai oleh 2 (dua) orang laki-laki yang satu orang menggunakan kerudung dan berbaju biru celana warna hitam berkaca mata hitam menyamar sebagai perempuan.

"Pak Johan (guru olahraga) duluan pakai motor, aku jadi pemimpin paling depan, langsung jalan duluan, sudah mutar dari jalan pantai sungai ana mutar ke jalan SMP 3," cerita NI.

NI sudah menaruh curiga sejak awal. Saat melewati turunan sekitar SMPN 3 Sintang, dia merasa ada satu mobil dan sepeda motor membuntutinya dari belakang.

Kronologi Lengkap Pelajar di Sintang Nyaris Diculik, Pelaku Nyamar Jadi Wanita

"Mobil paling bekalang, motor paling depan. Dekat samping saya. Satu orang kayak perempuan pakai kerudung tapi itu berkumis turun dari motor terus bilang, 'Dek ikut saya yok, nanti saya anterin ke sekolah'. Tangan saya dipegang. Saya bingung, kok tiba-tiba kayak gini ya, langsung saya tendang perutnya lalu saya ajak kawan-kawan lari semuanya, sampai di SD kami lapor ke guru dan kepala sekolah," bebernya.

Dua kendaraan yang membuntuti NI tidak ada plat KB. Totalnya, ada empat orang.

"Lalu ada satu orang, baju hitam, kacamata, masker putih dan pakai helm dia bawa motor warna hitam ngikutin mau nyari anak kelas 3, tapi ndak dapat, ibu-ibu ada teriak, dia langsung nyari. Kendaraan ndak ada KB. Ada 4 orang, dua di mobil dua di motor. Masak perempuan ada kumisnya. Saya ndak kenal, baru lihat," ungkap NI.

Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian mengimbau para pihak sekolah dan orangtua meningkatkan pengawasan terhadap anak baik di dalam maupun luar lingkungan sekolah pasca terjadi kasus percobaan penculikan terhadap siswi kelas VI SDN 17 Sungai Ana, Kecamatan Sintang, berinisial NI.

Tommy meminta supaya guru di sekolah dapat mengawasi anak didiknya selama berada di lingkungan sekolah. Bila perlu kata Kapolres, dipasang CCTV di lingkungan sekolah untuk mewaspadai tindak kejahatan yang mengancam anak-anak.

Tommy juga mengimbau para orangtua dan guru memastikan anak didiknya pulang dengan orang yang tepat. Pihak sekolah juga disarankan untuk meningkatkan keamanan dengan memasang CCTV dan petugas khusus untuk menjaga anak-anak.

“Untuk siswa tingkat TK sampai SD agar betul-betul diawasi, pastikan yang menjemput itu betul-betul keluarga dan orang yang dikenal. Kita juga akan turun ke sekolah untuk memberikan imbauan. Tingkatkan keamanan memasang CCTV menambah petugas khusus pada saat jam masuk dan jam pulang agar ikut mengawasi aktivitas para siswa serta memantau secara khusus keamanan di sekolah. Saya juga menyampaikan pada orangtua agar baik saat berangkat maupun pulang sampaikan pada anak agar hati-hati pada orang tidak dikenal, modus menjemput, jangan mudah percaya, senantiasa berkooridnasi dengan pihak kepolisan,” imbau Kapolres. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved