Pelajar Nyaris Diculik

Dari Bujukan Hingga Paksaan, Cerita Pelajar di Sintang yang Diculik: Masa Perempuan Ada Kumisnya

Mendengar jawaban NI, pelaku yang awalnya lembut langsung mengambil tindakan paksa. Kedua lengan NI ditarik. Disilang, dipaksa ikut naik sepeda motor.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
NI (Kiri) ditemani ibunya saat ditemui di rumahnya. Siswi kelas VI SDN 17 Sungai Ana, Sintang, Kalimantan Barat, nyaris menjadi korban penculikan anak. Pelajar berinisial NI ini, sudah sempat dipaksa pelaku agar menurutinya untuk ikut naik ke sepeda motor. NI melawan. Perut seorang pria tak dikenal yang menyamar sebagai perempuan ditendang. NI dan teman sekelasnya berhasil kabur dari incaran pelaku penculikan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Siswi kelas VI SDN 17 Sungai Ana, Sintang, Kalimantan Barat, nyaris menjadi korban penculikan anak. Pelajar berinisial NI ini, sudah sempat dipaksa pelaku agar menurutinya untuk ikut naik ke sepeda motor.

NI melawan. Perut seorang pria tak dikenal yang menyamar sebagai perempuan ditendang. NI dan teman sekelasnya berhasil kabur dari incaran pelaku penculikan.

"Yok ikut saya, nanti diantar ke sekolah saya. Kan jauh, ayo pakai motor kan cepat," kata NI menirukan bujukan pelaku.

NI langsung menolak secara halus. Kebetulan, dia dipercaya memimpin teman-temannya saat kegiatan olahraga di luar kelas.

"Langsung saya bilang, maaf saya ndak bisa. Saya masih mandu kawan kawan," kata NI ditemui di kediamannya, Selasa 8 November 2022.

Mendengar jawaban NI, pelaku yang awalnya lembut langsung mengambil tindakan paksa. Kedua lengan NI ditarik. Disilang, dipaksa ikut naik sepeda motor.

BREAKING NEWS - Pelajar di Sintang Nyaris Jadi Korban Penculikan, Pelaku Menyamar Jadi Perempuan

"Dia langsung narik tangan saya, disilang. Saya bingung kok tangkap saya, terus dia maksa.

Kejadian percobaan penculikan anak terjadi pada pukul 07.00 Wib di depan SMP Negeri 03 Desa Sungai Ana, Kecamatan Sintang.

Pagi itu, NI sedang melaksanakan kegitan olahraga pagi bersama teman temannya dengan berjalan kaki keluar lingkungan sekolah SDN 17 Desa Sungai Ana Sintang dengan rute ke arah SMP Negeri 03 Desa Sungai Ana Sintang.

Kegiatan olah raga tersebut dipimpin langsung oleh guru olah raga SDN 17 Sungai Ana, Johan.

"Pak Johan duluan pakai motor, aku jadi pemimpin paling depan, langsung jalan duluan, sudah mutar dari jalan pantai sungai ana mutar ke jalan SMP 3," cerita NI.

NI sudah menaruh curiga sejak awal. Saat melewati turunan sekitar SMPN 3 Sintang, dia merasa ada satu mobil dan sepeda motor membuntutinya dari belakang.

"Mobil paling bekalang, motor paling depan. Dekat samping saya. Satu orang kayak perempuan pakai kerudung tapi itu berkumis turun dari motor terus bilang, 'Dek ikut saya yok, nanti saya anterin ke sekolah'. Tangan saya dipegang. Saya bingung, kok tiba-tiba kayak gini ya, langsung saya tendang perutnya lalu saya ajak kawan-kawan lari semuanya, sampai di SD kami lapor ke guru dan kepala sekolah," bebernya.

Dua kendaraan yang membuntuti NI tidak ada plat KB. Totalnya, ada empat orang.

"Lalu ada satu orang, baju hitam, kacamata, masker putih dan pakai helm dia bawa motor warna hitam ngikutin mau nyari anak kelas 3, tapi ndak dapat, ibu-ibu ada teriak, dia langsung nyari. Kendaraan ndak ada KB. Ada 4 orang, dua di mobil dua di motor. Masak perempuan ada kumisnya. Saya ndak kenal, baru lihat," ungkap NI. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved