Khazanah Islam

Hukum, Niat, Waktu dan Tata Cara Mendirikan Shalat Dhuha

Shalat dhuha paling sedikitnya adalah dua rakaat dan dianjurkan melaksanakannya dengan empat rakaat.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Waktu dhuha berlangsung sejak matahari terbit hingga terasa panas hingga waktu dhuhur atau diperkirakan sejak pukul tujuh hingga memasuki waktu dhuhur. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang dilaksanakan pada waktu dhuha.

Waktu dhuha berlangsung sejak matahari terbit hingga terasa panas hingga waktu Dzuhur atau diperkirakan sejak pukul tujuh hingga memasuki waktu Dzuhur.

Shalat dhuha paling sedikitnya adalah dua rakaat dan dianjurkan melaksanakannya dengan empat rakaat.

Namun yang paling sempurna jumlah rakaatnya adalah enam rakaat dan paling utamanya atau ukuran maksimalnya berjumlah delapan rakaat.

Dianjurkan dalam setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, tetapi diperbolehkan untuk melanjutkan empat rakaat dengan satu kali salam.

Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Sendiri Lengkap untuk anak dan Mewakilkan Anggota Keluarga

Shalat Dhuha hukumnya Sunnah muakkad.

Sunnah artinya jika kita kerjakan akan mendapatkan pahala namun jika kita tinggalkan tidak berdosa.

Sedangkan muakkad artinya sangat dianjurkan.

Perbuatan yang hukumnya sunnah muakkad adalah perbuatan yang hampir-hampir tidak pernah dilewatkan oleh Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, meskipun meningalkan shalat dhuha tidak berdosa, namun sebagai bukti cinta kita pada Rasulullah SAW sebaiknya sebagai seorang muslim dianjurkan untuk merutinkan shalat dhuha.

Adapun niat dari Shalat Dhuha dapat dilafazkan sebagai berikut.

Niat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved