Apa Perbedaan Fenomena Perigee, Apogee dan Supermoon? Ini Penjelasan LAPAN
Fenomena Perigee diperkirakan akan terjadi pada 26 November 2022 mendatang yang akan menyebabkan banjir rob di sejumlah titik.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak meminta warga yang tinggal di daerah pesisir Kalimantan Barat untuk mewaspadai Fenomena Alam Perigee.
Fenomena Perigee diperkirakan akan terjadi pada 26 November 2022 mendatang yang akan menyebabkan banjir rob di sejumlah titik.
Seperti diketahui Fenomena Perigee adalah Fenomena astronomi di mana bulan sedang berada di Perigee atau titik terdekat bulan terhadap bumi.
Dalam istilah astronomi yang berkaitan dengan bulan, mungkin seringkali mendengar istilah Perigee, Apogee dan Supermoon.
Perigee digunakan untuk menyebutkan kondisi bulan berada pada titik terdekat terhadap bumi.
• BMKG Peringatkan Warga Waspadai Fenomena Perigee di Daerah Pesisir Kalbar
Sebaliknya, Apogee menjadi kondisi yang menandakan bulan sedang berada di titik terjauh dari Bumi.
Sementara pada keadaan supermoon, selalu disebutkan bahwa bulan akan tampak sangat besar dari Bumi.
Lantas, timbul pertanyaan apakah supermoon sama dengan Perigee dan Apogee bisa dikatakan Minimoon?
Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Emanuel Sungging mengatakan ada kecenderungan sama, tetapi tidak mutlak sama.
Perigee dan Supermoon kata Emanuel biasanya memang saat dekat fenomena Perigee terjadi cenderung juga ada kemungkinan terjadi fenomena Supermoon.
"Memang biasanya Supermoon terjadi di sekitar Perigee," kata Emanuel dilansir Tribun Pontianak dari Kompas.com.
Menurutnya, fenomena Supermoon akan terjadi tergantung pada kondisi Bumi-Bulan. Seperti, ketika diameter Bulan yang bisa menjadi lebih besar daripada rerata penampakan diameter Bulan kategori titik terdekat dengan Bumi.
"Sehingga (perigee yang terjadi) disebut sebagai Supermoon juga," ujarnya.
• Singkawang Kembali Banjir, 104 Jiwa Dievekuasi Termasuk Bayi Berusia 9 Hari
Sedangkan fenomena Apogee merupakan kondisi Bulan yang berada pada titik terjauh terhadap Bumi. Hal ini menyebabkan penampakan Bulan di langit, dihitung dari diameternya terlihat lebih kecil daripada biasanya.
Namun, kata Emanuel, kondisi penampakan bulan lebih kecil ini juga tidak lantas bisa menyebutnya sebagai fenomena minimoon.