Lokal Populer
Singkawang Kembali Banjir, 104 Jiwa Dievekuasi Termasuk Bayi Berusia 9 Hari
Ketua Tagana Singkawang, Fery Samson menerangkan, evakuasi korban banjir sudah dilakukan sejak Sabtu 5 November kemarin malam.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejumlah permukiman di Kelurahan Condong, Kota Singkawang, Kalimantan Barat kembali tergenang banjir, Minggu 6 November 2022.
Ketua Tagana Singkawang, Fery Samson menerangkan, evakuasi korban banjir sudah dilakukan sejak Sabtu 5 November kemarin malam.
"Totalnya ada sebanyak 104 jiwa atau 23 KK. Ini baru data sementara," ujar Samson, Minggu 6 November 2022.
Dari jumlah warga yang mengungsi tersebut terdapat satu bayi yang baru berusia 9 hari ikut dievakuasi.
• Banjir di Singkawang, Sekda Dandim dan Waka Polres Tinjau Rumah Sakit dan Posko Evakuasi
Meski harus ikut dievakuasi ke tempat pengungsian, Samson menerangkan saat ini kondisi bayi tersebut masih dalam keadaan sehat.
"Sementara ini bayi tersebut kita layani seadanya dulu dan selalu kita pantau selama 24 jam, sambil kita melakukan koordinasi dengan dinas terkait," ujarnya.
Dia berharap tidak ada penambahan warga yang di evakuasi, dan semoga intensitas curah hujan tidak meningkat supaya banjir cepat surut.
Tinjau Rumah Sakit dan Posko
Musibah banjir kembali terjadi di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu 6 November 2022 pagi.
Banjir akibat guyuran hujan deras ini mengakibatkan sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di sejumlah titik di Kota Singkawang terendam banjir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Sumastro bersama Dandim 1202/Skw dan Waka Polres Singkawang terjun langsung memantau kondisi banjir yang terjadi di Singkawang, khususnya di RSUD Abdul Aziz dan posko evakuasi di aula Kantor Lurah Condong.
"Pertama kami datangi RSUD Abdul Aziz Singkawang karena merupakan pusat pelayanan kesehatan," ujar Sumastro, Minggu 6 November 2022.
Sumastro menerangkan, sebanyak 23 KK atau 104 jiwa yang tinggal di belakang gang RDKS di kelurahan Condong sudah mengungsi di posko evakuasi.
"Di tempat evakuasi ini mereka sudah diberikan pelayanan dan makanan serta dapur umum dari Dinas Sosial dan dari Puskesmas untuk mengantisipasi jika ada yang mengalami gangguan kesehatan baik dari bayi, anak-anak maupun orang dewasa," ungkapnya.
Dari pantauannya, banjir yang terjadi di daerah gang RDKS, Rumah Sakit Harapan Bersama (RSUHB) dan Kompleks Pasar Baru terpantau cukup tinggi.
Dia berharap cuaca membaik, sehingga banjir yang terjadi bisa segera surut dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal.