Apa itu Kurikulum Merdeka ? Memiliki Tujuan Sebagai Pemulihan Pembelajaran Pasca Pendemi

Bertujuan agar pelaksanaannya bisa lebih optimal dengan peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Kolase Tribunpontianak.co.id / sid / google
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka sebagai langkah pemulihan proses pembelajaran pasca pandemi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelaksanaan pendidikan di Indonesia saat ini sudah mulai menerapkan sistem baru menggunakan kurikulum merdeka.

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten.

Bertujuan agar pelaksanaannya bisa lebih optimal dengan peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Serta guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat mengajar dan membuat pembelajaran berjalan sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik.

Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Soal-soal Kurikulum Merdeka Kelas 4 Bahasa Indonesia yang Mulai Diterapkan

Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran.

Begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan tersebut.

Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran.

Evaluasi ini menjadi acuan Kemendikburistek dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan pembelajaran.

Kurikulum merdeka yang sebelumnya dikenal dengan sebutan kurikulum prototipe ini dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi siswa.

Kurikulum Merdeka yang diklaim mampu mendukung pemulihan pembelajaran akibat pandemi Covid-19 yang memunculkan learning loss mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

2. Fokus pembelajaran pada materi esensial akan membuat pembelajaran lebih mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved