Anak Usia 8 Tahun Asal Pajintan Singkawang Suspek Gagal Ginjal Akut, Kini Dirawat di RSUD Soedarso

Sebelumnya, pada tanggal 21 Oktober 2022, sekitar pukul 17.00 WIB, pasien mengalami kejang dengan keadaan umum lemas.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
Kompas
Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit. Bocah 8 tahun asal Sambas meninggal dunia akibat gagal ginjal akut pada Kamis 20 Oktober 2022 dini hari 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Seorang anak berusia 8 tahun dari Kelurahan Panjintan, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat dikabarkan suspek gagal ginjal akut atipikal progresif.

Menurut informasi dari Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Singkawang, Rindar Prihartono, anak perempuan tersebut kini telah dirujuk ke RSUD Dr Soedarso Pontianak.

Sebelumnya, pada tanggal 21 Oktober 2022, sekitar pukul 17.00 WIB, pasien mengalami kejang dengan keadaan umum lemas.

Kemudian, pada pukul 17.45 WIB pasien dibawa ke Rumah Sakit di Singkawang dan dilakukan pemeriksaaan urium dan kratinen dengan hasil di atas normal.

Baca juga: Satu Pasien Suspek Gagal Ginjal Akut di Kalbar, Kadiskes : Telah Lakukan Pengambilan Sampel Darah

"Urium 128,3 dan kratinen 6,77 dan pasien dalam kondisi compos mentis (penurunan kesadaran), pasien dirawat di ruang ICU," jelas Rindar.

Kemudian pada tanggal 24 Oktober 2022, kondisi pasien memburuk lalu dilakukan pemeriksaan urieum dan kratinin kembali, dengan hasil urium 211,8 dan kratinen 10,21.

"Karena kondisi pasien semakin memburuk dan sarana untuk melakukan Hemodialisa pada anak untuk berat badan di bawah 20 kg tidak tersedia di Kota Singkawang, sehingga pasien di rujuk ke RS dr.Sudarso Pontianak," jelasnya.

Menurut keterangan Rindar, sebelum dibawa ke rumah sakit, pada tanggal 8 oktober 2022, pasien mengalami demam. Oleh keluarga diberikan obat sirup yang dibeli bebas, setelah itu keadaan membaik.

Kemudian, pada tanggal 15 oktober 2022, pasien mengalami batuk. Lalu pihak keluarganya memberikan obat batuk

Di tanggal 19 oktober 2022, pasien kembali demam, batuk disertai muntah dan dibawa berobat ke praktek dokter dan mendapatkan obat batuk dan obat mag.

Hingga pada tanggal 20 Oktober 2022, pasien mengalami muntah-muntah dengan frekuensi Buang Air Kecil berkurang dan volume urin berkurang. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved