Akhiri Kunjungan Kerja di Perbatasan Entikong, Mendikbudristek Sambut Siswa Masuk Sekolah
Berpamitan dengan kepala sekolah dan PTK SMKN 1 Entikong, Menteri Nadiem menegaskan bahwa sudah mencatat aspirasi Ibu dan Bapak semua.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Hari terakhir rangkaian kunjungan kerja Mendikbudristek di Provinsi Kalimantan Barat, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyambut dan memberi semangat bagi para siswa yang berdatangan untuk memulai kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 26 Oktober 2022.
Malam sebelumnya, Mendikbudristek berdialog dengan para siswa, serta pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang tinggal di asrama sekolah, serta bermalam di sekolah yang jaraknya hanya dua kilometer dari Malaysia.
Suasana dimulainya kegiatan belajar mengajar di tapal batas ini menjadi berbeda dari biasanya. Murid-murid yang berkesempatan disambut Menteri Nadiem pun tidak menyangka.
Kepada siswa, Mendikbudristek berpesan agar semangat Merdeka Belajar.
• Belum Terapkan ETLE, Kasat Lantas Polres Sanggau : Pelanggar Diberikan Teguran Simpatik
"Tidak ada yang tidak mungkin kalau kamu terus semangat,"katanya melalui rilisnya, Rabu 26 Oktober 2022.
Berpamitan dengan kepala sekolah dan PTK SMKN 1 Entikong, Menteri Nadiem menegaskan bahwa sudah mencatat aspirasi Ibu dan Bapak semua.
"Apa yang bisa saya bantu untuk sekolah di daerah 3T, pasti akan saya bantu,"tuturnya.
Kegiatan ini menutup rangkaian kunjungan kerja Mendikbudristek di Provinsi Kalimantan Barat, dimana Mendikbudristek meninjau dan berdialog dengan pemerintah daerah, guru, kepala sekolah, organisasi masyarakat sipil, dan siswa dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Implementasi kebijakan dan program Merdeka Belajar seperti Asesmen Nasional, Sekolah Penggerak, Program Organisasi Penggerak, Guru Penggerak, dana BOS majemuk, seleksi guru ASN PPPK dan lain sebagainya, serta produk-produk teknologi yang membantu pelaksanaan program telah menjadi fokus peninjauan dan dialog. Terkait hal tersebut, Mendikbudristek menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan.
Menteri juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi semua pihak yang telah bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar. Produk-produk teknologi yang mendukung program Merdeka Belajar seperti Rapor Pendidikan, Platform Merdeka Mengajar, SIPlah, dan lain sebagainya dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dampak positif sampai ke daerah 3T.
"Untuk kebaikan anak-anak kita, mari kita lanjutkan gotong royong untuk mentransformasi pendidikan Indonesia,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News