Polres Kapuas Hulu Selidiki Kecelakaan Tunggal Bus Putra Kembar Pontianak-Badau
Kasat Lantas Polres Kapuas Hulu, Iptu Usman Hasibuan menyatakan, sopir dan kernet serta saksi sudah dimintai keterangan atau diperiksa atas kejadian k
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Terkait perkembangan kasus kecelakaan tunggal bus putra kembar jurusan Pontianak ke Badau beberapa waktu lalu, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kapuas Hulu masih melakukan penyidikan.
Kasat Lantas Polres Kapuas Hulu, Iptu Usman Hasibuan menyatakan, sopir dan kernet serta saksi sudah dimintai keterangan atau diperiksa atas kejadian kecelakaan tunggal tersebut.
"Untuk keterangan sopir itu sendiri penyebab kecelakaan tersebut, saat belum kejadian kondisi cuaca pagi-pagi kabut, jalan sempit, dan kondisi hujan," ujarnya kepada wartawan, Selasa 25 Oktober 2022.
• Polisi Beberkan Kronologis Kasus Kecelakaan Tunggal Bus Masuk Jurang di Kapuas Hulu
Kalau untuk bis putra kembar yang kecelakaan tersebut sudah diangkat dari jurang atau lokasi kejadian.
"Bis tersebut sementara sudah diamankan di Polsek Sejiram sampai kasus ini selesai," ucapnya.
Sedangkan kondisi penumpang yang ikut kecelakaan tunggal bis putra kembar jurus Pontianak ke Badau, sudah dalam keadaan baik termasuk yang ada dirujuk ke rumah sakit juga sudah baik.
"Penumpang bis putra kembar jurus Pontianak ke Badau yang kecelakaan tunggal itu adalah karyawan perusahaan kelapa sawit, dan saat ini mereka sudah ditampung di pihak perusahaan itu sendiri," ungkapnya.
Kronologi kecelakaan
Sebelumnya, kejadian kecelakaan tunggal bis putra kembar jurus Pontianak ke Badau terjadi di Jalan Raya Sejiram - Semitau tepatnya Desa Kenerak, Sabtu 22 Oktober 2022 pukul 06.30 WIB.
Sebuah mobil bus putra Kembar dengan KB 7510 F, Jurusan Pontianak - Badau membawa penumpang 27 Orang yang di kendarai oleh sopir Heriyanto.
Bus tersebut melaju dari arah Pontianak menuju Badau, ketika tiba di jalan Raya tepatnya Desa Kenerak Kecamatan Semitau, bis hilang kendali dan ban sebelah kanan berjalan di beram dan keluar dari jalan aspal.
Seketika sopir kaget dan melakukan rem mendadak, sehingga mobil berhenti seketika, namun ban Bis tersebut berada di beram kondisi tanah beram tidak keras, dan banyaknya muatan barang yang di bawa, sehingga mobil oleng dan tumbang terguling ke arah jurang sebelah kanan
Setelah kejadian tersebut masyarakat Desa Kenerak memberikan pertolongan dengan membatu evakuasi korban, dan membawa penumpang yang terluka ke puskesmas Sejiram.
• Begini Kronologi Kecelakaan Tunggal Bus Masuk ke Jurang di Kapuas Hulu
Atas peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, hanya terjadi luka-luka ringan, dan sudah mendapatkan penanganan medis.
Sebanyak 24 penumpang di bawa ke puskesmas Sejiram, karena luka lecet pada kaki, tangan dan bagian tubuh lainnya, serta trauma diantaranya ada 2 orang bayi berumur 2 tahun dan 3 tahun.