70 Persen Sumber Air Minum Tercemar Limbah Tinja, Warga Berharap Tidak Terjadi di Kubu Raya

Selain itu ia juga mengaku tak khawatir untuk sekarang, karena menurutnya sumber air minum rumah tangga yang ada di Kubu Raya masih bersih.

Net
Ilustrasi air minum isi ulang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Menurut informasi yang tribunpontianak.co.id himpun hampir 70 persen sumber air minum rumah tangga di Indonesia tercemar limbah tinja sehingga UNICEF luncurkan kampanye.

Sejumlah warga berharap sumber air minum rumah tangga di Kubu Raya tak tercemar, seperti yang dikatakan Karmila Wati, ia berharap jangan sampai tercemar.

"Untuk di Kubu Raya mungkin belum tercemar sih dan jangan sampailah ya," katanya kepada tribunpontianak pada hari Minggu, 23 Oktober 2022.

Selain itu ia juga mengaku tak khawatir untuk sekarang, karena menurutnya sumber air minum rumah tangga yang ada di Kubu Raya masih bersih.

Baca juga: Bupati Muda Luapkan Keresahan untuk Persiapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Kedepan Lewat Lagu

"Kalo ditanya khawatir atau ga, untuk sekarang ini belum khawatir sih," katanya.

Kendati demikian ia juga berharap kepada pemerintah segera mencari tau penyebab pencemaran yang terjadi di Indonesia.

"Harapannya ke pemerintah, ya mesti cari tau penyebabnya apa air ini bisa sampai tercemar, apakah sanitasi masyarakat yang kurang terjaga/kurang layak sampai mencemari air atau apa," katanya.

"Dan kalo seandainya ke depan air ini tercemar minimal kasi solusi buat masyarakat yang sumber airnya dari PDAM, solusi sumber air lain yg bisa di pakai dengan layak," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Agus Mulyadi mengaku khawatir jika sampai mencemari sumber air minum rumah tangga yang ada di Kubu Raya bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

"Kalau untuk baru tau ya infonya, cuma semoga aja tidak tercemar disini ya, kalau sampai tercemar takut juga bisa jadi penyakit, entah itu gatal-gatal atau diare, karena airnya juga kan biasa dipakai buat mandi juga," katanya.

"Tau sendiri lah ya air itu dibutuhkan buat banyak aktifitas rumah tangga, kebayang kalo udh tercemar dampaknya pasti banyak salah satunya kesehatan manusia," tambahnya.

Ia juga berharap pemerintah gencar melakukan sosialisasi tentang adanya informasi pencemaran sumber air minum rumah tangga tersebut.

"Kita berharap pemerintah gencar lakuin kampanye/sosialisasi soal pencemaran ini, agar dari sisi masyarakat sadar buat jaga kebersihan terutama di rumah masing-masing," katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved