Khazanah Islam
Larangan Berputus Asa dalam Islam, Cara Hindari Putus Asa Agar Kembali Bangkit
Seseorang dikatakan putus asa apabila tidak lagi mempunyai harapan tentang sesuatu yang semula hendak dicapai.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seringkali mencoba tapi seringpula gagal. Pernah memiliki cita-cita dan telah berusaha tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
Situasi seperti itu kadang membuat banyak orang Putus Asa.
Dalam ajaran Islam putus asa merupakan hal dilarang. Berdasarkan riwayat bahwa rahmat Allah SWT akan selalu ada, hanya saja diperlukan keimanan.
• Arti dan Bahaya Sikap Ananiah dalam Pergaulan Bermasyarakat
Secara pengertian Putus asa adalah sikap/perilaku yang merasa bahwa dirinya telah gagal atau tidak akan mampu dalam meraih suatu harapan atau cita-cita.
Selanjutnya ia tidak mau berusaha untuk melanjutkan apa yang diinginkan.
Putus asa berarti habis harapan, tidak ada harapan lagi.
Seseorang dikatakan Putus Asa apabila tidak lagi mempunyai harapan tentang sesuatu yang semula hendak dicapai.
Penyebab seseorang Putus Asa biasanya karena terjadinya kegagalan yang berulang kali dalam mencapai cita-cita atau pengharapan sesuatu.
Sebenarnya penyebab seseorang Putus Asa bukanlah persoalan yang di hadapi semata-mata, melainkan cara mensikapi persoalan tersebut.
Putus asa termasuk Akhlak mazmumah, maka dampaknya amat negatif bagi diri sendiri dan keluarga.
Adapun dampak negatif putus asa di antaranya merugikan diri sendiri karena membuang waktu dan energi.
Setiap potensi yang dimiliki susah untuk mencapai kemajuan karena tidak berani berbuat, khawatir mengalami kegagalan lagi.
Orang yang putus asa berarti kehilangan gairah dan semangat untuk mencapai sesuatu yang semula diharapkan.
Putus asa biasanya diikuti dengan sikap masa bodoh, tidak mau lagi berusaha.
Islam mendidik umatnya agar tidak putus asa dari rahmat allah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Doa-Ulang-Tahun-Islami-Termasuk-Bacaan-dari-Orangtua-untuk-Sang-Buah-Hati-di-Yaumul-Milad.jpg)