Garuda Indonesia Akan Operasikan 60 Pesawat Hingga Akhir Desember 2022

Hingga akhir Desember 2022, Maskapai Garuda Indonesia memasang target pengoperasian sebanyak 60 armada pesawat.

Editor: Rizky Zulham
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY ZULHAM
Pesawat Garuda Indonesia - Garuda Indonesia Operasikan 60 Pesawat Hingga Desember 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hingga akhir Desember 2022, Maskapai Garuda Indonesia memasang target pengoperasian sebanyak 60 armada pesawat.

Hal itu lantaran PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendapatkan persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 7,5 Triliun yang akan cair pada Oktober-November 2022.

Direktur Niaga dan Layanan Garuda Indonesia, Ade R. Susardi mengatakan saat ini proses pencairan PMN masih berlangsung dan dipastikan akan cair di tahun 2022.

“Dana PMN ini nantinya akan difokuskan untuk restorasi pesawat, karena selama pandemi Covid-19 banyak pesawat yang tidak digunakan.

Penjelasan Batik Air Soal Ari Lasso Tertinggal Pesawat

Sehingga untuk mengaktifkannya kita butuh prolong maintenance dan dana PMN akan digunakan untuk itu,” jelas dia kepada media, Rabu 19 Oktober 2022.

Ade mengatakan dengan adanya dana PMN, jumlah pesawat Garuda Indonesia yang aktif akan mencapai 60 pesawat hingga akhir Desember 2022.

Begitu juga untuk pesawat Citilink mencapai 60 pesawat.

Di samping itu, dari sisi kinerja keuangan, Garuda Indonesia juga optimis tahun ini dapat membukukan perbaikan revenue yang lebih tinggi dibandingkan dengan raihan di tahun 2021.

Sebagai informasi tambahan, perseroan berhasil mencetak kinerja positif di sepanjang semester I-2022.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pada semester I-2022, Garuda Indonesia membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US dollar 3,76 miliar.

Aneh! Syarat Perjalanan Naik Pesawat Wajib Booster Tapi Vaksin Kosong, Apa Solusinya?

Padahal, pada semester I-2021 lalu emiten pelat merah ini menderita rugi bersih mencapai US dollar 898,65 juta.

Perseroan juga meraih pendapatan usaha sebanyak US dollar 878,70 juta pada semester I-2022 atau meningkat 26,11 persen secara tahunan dibandingkan pendapatan usaha pada semester I-2021 yakni sebesar US dollar 696,80 miliar.

Pendapatan usaha Garuda Indonesia di paruh pertama tahun ini terdiri atas pendapatan dari penerbangan berjadwal sebesar US dollar 677,29 juta.

Kemudian diikuti oleh pendapatan lainnya sebesar US dollar 113,84 juta, dan pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal sebesar US dollar 87,57 juta.

(*)

.

.

.

.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved