Bocah di Sambas yang Meninggal Menderita Gagal Ginjal Ada Penyakit Jantung Bawaan
"Benar saya orang tua dari anak bernama Zaki al Gubron yang mininggal karena gagal ginjal," ucap Lian dihubungi Tribun Pontianak, Jumat 21 Oktober 202
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Zaki Al Gubron (8) bocah di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas yang diberitakan sebelumnya meninggal karena gagal ginjal. Denie kerabat Lian, orang tua Zaki menerangkan bahwa Zaki wafat usai sebelumnya ada diagnosa penyakit jantung bawaan (PJB).
Denie menambahkan, Zaki awalnya diagnosa penyakit jantung bawaan namun karena pandemi Covid-19 yang masih tinggi belum bisa dibawa ke Jakarta.
"Anak beliau ini, awalanya PKB, karena Corona belum bisa berangkat ke Jakarta," ungkapnya Jumat 21 Oktober 2022.
Seorang bocah bernama Zaki al Gubron (8) meninggal dunia setelah mengalami sakit gagal ginjal. Zaki merupakan anak laki-laki Lian warga Desa Serindang Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Zaki menghembuskan napas terakhir Kamis 20 Oktober 2022 dini hari pukul 03.00 WIB di RS Soedarso Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
"Benar saya orang tua dari anak bernama Zaki al Gubron yang mininggal karena gagal ginjal," ucap Lian dihubungi Tribun Pontianak, Jumat 21 Oktober 2022.
Lian kemudian mengatakan, bahwa pihak keluarga sudah mengikhlaskan wafatnya almarhum Zaki al Gubron.
"Maaf ya kami keluarganya sudah ikhlas dengan kepergian anak kami," ucapnya.
• BREAKING NEWS - Bocah 8 Tahun di Sambas Meninggal Dunia Bukan Gagal Ginjal Akut
Almarhum Zaki meninggal di RS Soedarso Kota Pontianak, Kamis 20 Oktober 2022 dini hari pukul 03.00 WIB.
"Keluarga sudah ikhlas dengan kepergian atau meninggalnya anak kami," kata Lian.
Sementara itu, kerabat keluarga Denie mengungkapkan dihubungi Lian, sehari sebelum wafatnya Zaki, Rabu 19 Oktober 2022 malam hari untuk menginformasikan kondisi kesehatan Zaki kian menurun.
"Ayahnya menghubungi saya Kamis pukul 21.00 WIB, mengabarkan kondisi pada pukul 03.00 dini hari Zaki wafat," ucapnya menceritakan.
Denie menambahkan, Zaki awalnya diagnosa penyakit jantung bawaan namun karena pandemi Civid-19 yang masih tinggi belum bisa dibawa ke Jakarta.
"Anak beliau ini, awalannya PJB, karena corona belum bisa berangkat ke Jakarta," ungkapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News