Pola Hidup Sehat
Penanganan Pertama Saat Anak Demam, Ternyata Bukan Minum Obat Paracetamol
Paracetamol cair sering dijadikan andalan saat anak demam. Hal itu karena paracetamol untuk anak umumnya berfungsi menurunkan demam atau panas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tiga zat kimia berbahaya terdeteksi pada pasien balita penderita gangguan ginjal akut (acute kidney injury/AKI) di Indonesia.
Paracetamol cair sering dijadikan andalan saat anak demam. Hal itu karena paracetamol untuk anak umumnya berfungsi menurunkan demam atau panas dan mengobati gejala-gejala penyerta lainnya.
Selain itu, Paracetamol juga dapat ditemukan dengan mudah, baik dengan resep dokter maupun dibeli di toko dan apotek.
Namun, baru-baru ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), merekomendasikan untuk mewaspadai dan menghindari sementara penggunaan obat paracetamol sirup.
Hal itu karena kasus gangguan ginjal akut pada anak di Gambia, Afrika Selatan yang diketahui bahwa paracetamol sirup mengandung etilen glikol, senyawa kimia penyebab gangguan ginjal akut pada anak.
• Menurut Catatan IDAI, 180 Anak Usia 6 Bulan Terkena Gagal Ginjal Akut Misterius
Oleh sebab itu, orangtua dianjurkan tak langsung panik dan terburu-buru mencari paracetamol sirup saat anak mengalami demam.
Ada beberapa cara alami yang bisa diterapkan sebagai penanganan pertama anak demam, yaitu:
- Kompres anak dengan air hangat atau membiarkan mereka berendam sejenak di air hangat
- Dorong si kecil untuk tetap mencukupi cairannya demi mencegah dehidrasi. Anda dapat menyiapkan air putih, larutan elektrolit, jus buah, atau buah-buahan yang mengandung banyak air.
- Siapkan makanan hangat seperti sup atau rebusan kaldu. Usahakan mereka tetap mendapat asupan, meski napsu makan berkurang.
- Kenakan pakaian yang nyaman untuk si kecil, pastikan tidak terlalu tebal dan menyerap keringat.
- Jaga suhu ruangan, terutama kamar si kecil agar tetap sejuk dan nyaman. Anda dapat menggunakan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara, namun jangan diarahkan langsung ke anak.
- Biarkan si kecil tetap melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan ke ruang keluarga untuk menonton televisi atau membaca buku.
• BBPOM Pontianak Imbau Masyarakat Ikuti Instruksi Kemenkes RI Terkait Obat Sirup
Kapan harus ke dokter?
Beberapa anak mungkin akan membaik setelah orangtua melakukan langkah-langkah pertolongan pertama seperti yang disebutkan pada butir di atas.
Namun, ada beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai para orangtua, antara lain:
- Suhu anak berada di atas 40 derajat celcius dan berlangsung lebih dari 3 hari
- Anak demam disertai kejang
- Anak mengalami penurunan kesadaran, susah dibangunkan, atau tidak bisa bergerak
- Bibir, lidah dan kuku nampak kebiruan
- Kesulitan bernapas
- Nyeri kepala hebat
- Tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minum
- Buang air kecil menjadi jarang atau sedikit
Baca juga: 5 Negara yang Tinggi Kasus Kematian Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Termasuk Indonesia
Jika si kecil mengalami tanda-tanda di atas, orangtua dianjurkan segera mendatangi layanan kesehatan atau dokter spesialis anak.
Anak-anak nantinya akan menerima pengobatan sesuai rational use of medicine (RUM), yaitu:
- sesuai dosis
- sesuai indikasi
- dalam jangka waktu yang cukup
- dengan harga terjangkau