Kisah Pedagang Ayam Geprek di Pontianak Sukses Tingkatkan Penjualan

Wanita yang akrab disapa bude ini, sehari-hari berjualan ayam geprek di komplek Pawan Permai, jalan Margodadirejo, Kota Pontianak.

Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Heru
Ayam geprek bude Lastini di jalan Margodadirejo, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 14 Oktober 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tawakkal dan sabar menjadi kunci sukses warga Pontianak, Kalimantan Barat, Lastini, menjual ayam geprek.

Menurut Lastini, sebagai manusia kita hanya berusaha.

Sementara hasil, ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Wanita yang akrab disapa bude ini, sehari-hari berjualan ayam geprek di komplek Pawan Permai, jalan Margodadirejo, Kota Pontianak.

Kukis Laba-laba, Jajanan di Kubu Raya Digemari Anak-anak

Meski penjual ayam geprek menjamur, dagangannya tetap diburu pembeli.

Dalam sehari, dirinya bisa meraup lebih dari Rp 700 ribu.

Saat ditemui pada Jumat 14 Oktober 2022, Lastini menceritakan kisahnya.

Menurut Bude, dirinya sudah berjualan sejak tahun 2013.

Saat itu dia masih berjualan ayam goreng tepung seharga Rp 7000 dengan pendapatan perharinya sekitar Rp 300.000 atau Rp 400.000.

"Awal mulai dagang ayam cuman nambah-nambah uang sehari-hari, tapi banyak yang suka jadi diterusin." kata Bude Lastini, 14 Oktober 2022.

Seiring waktu berjalan, ayam geprek mulai ramai dijual di Pontianak.

Melihat peluang itu, Bude Lastini memberanikan diri beralih berjualan ayam geprek.

Alih menu ini, tak langsung membuatnya meraup untung.

Dirinya bahkan merugi. Sebab pembeli lebih memilih membeli ayam tanpa digeprek.

Melihat hasil penjualannya menurun, Lastini dan anaknya kemudian mencoba lakukan beberapa perubahan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved