Lokal Populer

Puluhan Warga Mengungsi Akibat Banjir di Singkawang

sebanyak 93 jiwa dari 23 KK di Kelurahan Condong terpaksa harus dievakuasi ke tempat pengungsian di Aula Kantor Kelurahan Condong

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Warga gang RDKS Singkawang, Herni mengayun anaknya yang baru berusia 4 bulan di Posko Pengungsian. Senin 10 Oktober 2022. /Rizki Kurnia 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Musibah banjir melanda Kota Singkawang hingga merendam sejumlah pemukiman warga di Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah sejak Minggu 9 Oktober 2022 kemarin.

Akibatnya, sebanyak 93 jiwa dari 23 KK di Kelurahan Condong terpaksa harus dievakuasi ke tempat pengungsian di Aula Kantor Kelurahan Condong.

Musibah banjir yang tengah terjadi di Kelurahan Condong tersebut merupakan dampak dari hujan deras yang mengguyur Kota Singkawang sejak Jumat dan Sabtu kemarin.

Menurut Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, banjir juga disebabkan oleh kiriman air dari wilayah tetangga yang juga diguyur hujan deras.

Baca juga: Banjir Putus Akses Pasar di Melawi, Pedagang Pindah di Jalan Raya

"Total sebanyak satu RT yang mengungsi akibat banjir di wilayah Kelurahan Condong dan sekitarnya, banjir yang terjadi adalah air kiriman akibat hujan deras dari wilayah tetangga," ujar Tjhai Chui Mie, Senin 10 Oktober 2022.

Pada Minggu malam kemarin, Tjhai Chui Mie bersama Kepala Dinas Sosial serta Lurah Condong sudah meninjau kondisi para pengungsi di Posko Pengungsian.

Tjhai Chui Mie juga secara langsung mendengarkan keperluan dan keluhan dari para pengungsi yang terpaksa meninggalkan kediamannya tersebut akibat banjir. 

"Semoga air lekas surut dan semuanya dapat kembali ke rumah masing-masing," harapnya.

Asuh Anak di Pengungsian

Banjir yang terjadi di Gang RDKS, Kelurahan Condong, Kota Singkawang, Kalimantan Barat sejak Minggu 9 Oktober 2022 kemarin, memaksa puluhan warga setempat pergi mengungsi.

Mereka terpaksa hidup sementara di Posko Pengungsian yang telah disiapkan oleh Pemerintah di Aula Kantor Kelurahan Condong yang berada sekitar 300 meter dari Gang RDKS.

Hidup di posko pengungsian, tentunya tidak semudah seperti tinggal di rumah. Terlebih, dari sekian banyak pengungsi, berberapa diantaranya merupakan lansia, anak-anak, balita hingga bayi yang baru berusia berberapa bulan.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang pengungsi bernama Herni. Ibu dari empat orang anak ini terpaksa harus tinggal di pengungsian lantaran rumah tempatnya mengontrak di Gang RDKS dilanda banjir.

Tinggal di pengungsian bagi Herni tentu tidak mudah. Pasalnya, dirinya harus mengasuh anak bungsunya, Febrian Niko yang baru berusia 4 bulan di posko pengungsian.

Berbagi ruangan dengan banyak orang, ditambah lagi dinginnya suhu ruangan di malam hari membuat si kecil kesulitan tidur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved