Pandemi Disebut Percepat Akselerasi Transformasi BRI Jadi BRIvolution 2.0
Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso mengungkapkan bahwa adanya pandemi mempercepat akselerasi transformasi di tubuh perseroan.
Penulis: Dwi Nur Hayati | Editor: AMALIA PURNAMA SARI
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengungkapkan bahwa adanya pandemi Covid-19 mempercepat akselerasi transformasi di tubuh perseroan.
“Pandemi merupakan titik balik mempertajam transformasi menjadi BRIvolution 2.0 untuk mencapai visi "The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion” pada 2025,” tuturnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/10/2022).
Adapun visi yang dimaksud, kata Sunarso, meliputi pendirian Holding Ultra Mikro (UMi) sebagai sumber pertumbuhan baru, mengakselerasi pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA), dan mempercepat transformasi digital yang dikawal dengan transformasi budaya.
Ia menjelaskan, BRI sejak 2016 telah menjalankan program transformasi BRIvolution 1.0 untuk periode 2018-2022 yang fokus di dua area, yaitu digital dan budaya.
“Akibat pandemi di 2020, BRI mengambil sikap beradaptasi dengan rencana kerja 2021-2025 yang kami sebut BRIvolution 2.0,” ujar Sunarso.
Melalui transformasi tersebut, lanjut dia, BRI telah mendigitalisasi proses bisnis eksisting serta mampu menciptakan nilai melalui model bisnis baru.
Sunarso mencontohkan model bisnis baru dalam digitalisasi bisnis proses adalah dengan BRIspot.
Untuk diketahui, BRIspot merupakan aplikasi pengajuan fasilitas dan layanan kredit konsumer perbankan dari BRI yang menawarkan solusi atas layanan kredit perbankan berbasis digital.
“Dengan adanya BRIspot, proses pemesanan kredit mikro (produktivitas) meningkat dari rata-rata Rp 2,5 triliun per bulan menjadi lebih dari Rp 4 triliun per bulan,” imbuh Sunarso.
Selain itu, lanjut dia, proses kredit menjadi jauh lebih cepat, dari sebelumnya membutuhkan waktu dua minggu menjadi rata-rata dua hari, bahkan dapat lebih cepat.
“Contoh keberhasilan model bisnis baru dari transformasi digital yang dilakukan oleh BRI adalah layanan perbankan melalui agen yang dinamakan Agen BRILink. Layanan ini meningkatkan volume transaksi hingga menembus Rp 1.000 triliun pada 2021,” ujar Sunarso.
Menurutnya, digitalisasi terbukti mampu mengakselerasi kinerja BRI pada saat pandemi.
Adapun contoh lain dari transformasi digital BRI adalah BRImo, Super Apps milik BRI yang mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan selama pandemi berlangsung.
“Hingga akhir Agustus 2022 tercatat pemakai BRImo telah mencapai 20,2 juta user dengan volume transaksi mencapai Rp 1.567 triliun,” jelas Sunarso.
Fokus BRI dari sisi budaya
Pada kesempatan itu, Sunarso menjelaskan, fokus BRI dari sisi budaya dilakukan pada pertengahan 2020 dengan melakukan penyelarasan nilai inti untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kantor-pt-bri-di-jakarta.jpg)