Update Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Kalbar, Saat Ini Menuju Zero Reported Case

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) terakhir di Kalbar yaitu pada tanggal 5 Agustus 2022 di Kabupaten Sambas. Saat ini situasi menuju nol kasus

Penulis: Maskartini | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Rakor Penyakit Mulut dan Kuku di Wilayah Kalbar bertempat di Hotel Mercure, Kamis 6 Oktober 2022. (Maskartini). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Munsif mengatakan saat ini Provinsi Kalbar dalam situasi menuju nol kasus atau zero reported case.

"Kasus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) terakhir di Kalbar yaitu pada tanggal 5 Agustus 2022 di Kabupaten Sambas. Saat ini situasi menuju nol kasus," ujarnya dalam kegiatan Rakor Penyakit Mulut dan Kuku di Wilayah Kalbar bertempat di Hotel Mercure, Kamis 6 Oktober 2022.

Kalbar terkonfirmasi positif PMK pada tanggal 12 Mei 2022 sesuai dengan Surat Kepala Pusat Veterinaria Farma (PUSVETMA)No.12009/PK.310/F4.H/05/2022 tanggal 12 Mei 2022.

Kasus positif pertama kali terkonfirmasi di Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah pada ternak kambing. Kondisi sampai 4 Oktober 2022 total sakit karena PMK yaitu mencapai 1822 ekor, kesembuhan mencapai 1.712 ekor atau 93,96 persen, potong paksa 102 ekor, mati 8 ekor.

Baca juga: Tak Ingin Ada Penyimpangan, Kadiskop UKM Provinsi Tegaskan Pentingnya Pengawasan Koperasi di Kalbar

Total kabupaten atau kota yang sudah terdampak kata Munsif yaitu 9 kabupaten kota diantaranya Kota Pontianak, Kubu Raya, Ketapang, Mempawah, Kota Singkawang, Sanggau, Melawi, Sintang dan Kab Sambas.

"Total Kecamatan yang sudah terdampak yaitu 30 Kecamatan dengan 77 desa atau kelurahan. Rata-rata tren kasus PMK kumulatif pada bulan Mei yaitu 12 persen, pada bulan Juni 4 persen dan pada bulan Juli mencapai 1 persen," ujarnya.

Ia mengatakan Kalbar sudah zero PMK atau tidak ada kasus aktif dan tidak ada kasus baru. Tetapi untuk dinyatakan wilayah bebas, harus dibuktikan via hasil sirveilan sec reguler dengan hasil konsisten tidak ada kasus aktif atau kasus baru hingga 3 tahun lamanya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved