Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Rabu 5 Oktober 2022, Sifat Dosa dalam Diri Manusia

Lihat bacaan Ayat Alkitab renungan harian Kristen Protestan Rabu 5 Oktober 2022 diambil dari Roma 5:12.

POOL / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / GETTY IMAGES VIA AFP
Jemaat berdoa ketika mereka menghadiri kebaktian gereja pertama empat hari setelah penembakan massal yang merenggut nyawa sembilan orang di Gereja Metodis Afrika Emanuel yang bersejarah 21 Juni 2015 di Charleston, Carolina Selatan. Lihat bacaan Ayat Alkitab renungan harian Kristen Protestan Rabu 5 Oktober 2022 diambil dari Roma 5:12. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Lihat bacaan renungan harian Kristen Protestan Rabu 5 Oktober 2022.

Lihat bacaan Ayat Alkitab renungan harian Kristen Protestan diambil dari Roma 5:12.

Pada bacaan renungan harian Kristen Protestan ini merupakan catatan dari seorang penginjil Oswald Chambers.

Dalam renungan harian Kristen Protestan hari ini Oswald Chambers mengangkat tema “Sifat Dosa dalam Diri Manusia”.

Kalender Liturgi Katolik Rabu 5 Oktober 2022 Bacaan Injil dan Bacaan Biarawan BcO Sir. 3:17-4:10

Lihat bacaan Ayat Alkitab

Roma 5:12

Adam dan Kristus

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Lihat bacaan renungan harian Kristen Protestan

Alkitab tidak mengatakan bahwa Allah menghukum umat manusia karena dosa satu orang, tetapi bahwa sifat/natur dosa, yaitu klaim saya atas hak saya terhadap diri saya, masuk ke dalam umat manusia melalui satu orang.

Dan, Manusia lain menanggung sendiri dosa umat manusia dan menyingkirkannya (Ibrani 9:26) sebuah wahyu yang dalamnya tiada terhingga.

Sifat dari dosa bukanlah keadaan amoralitas dan perbuatan salah, tetapi sifat dari “menyatakan diri” (self realization) yang menggiring kita berkata, “Akulah tuhan bagi diriku sendiri I am my own god.”

Sifat ini dapat bekerja dalam moralitas yang beradab atau amoralitas yang tidak beradab, tetapi hal itu selalu mempunyai persamaan dasar klaim saya atas hak saya terhadap diri sendiri.

Ketika Tuhan kita menghadapi orang-orang dengan semua kekuatan jahat dalam diri mereka, atau orang-orang yang hidup bersih, bermoral, dan lurus, Dia tidak menghiraukan degradasi moral yang seorang atau pencapaian moral orang yang lain.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved