Lokal Populer

Pengukuhan Pengurus FKUB Kabupaten Mempawah Periode 2021-2026

FKUB, dituntut proaktif untuk mendeteksi, proaktif untuk melakukan pemetaan potensi gangguan. Proaktif untuk mencari solusi dan mediasi

Penulis: Ramadhan | Editor: Destriadi Yunas Jumasani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/(Dok. Humas Diskominfo/Syukur)
Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mempawah Periode 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Mempawah, Erlina, di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Senin 3 Oktober 2022. (Dok. Humas Diskominfo/Syukur) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mempawah Periode 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Mempawah, Erlina, di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Senin 3 Oktober 2022.

Ketua FKUB Kabupaten Mempawah, Iis Iskandar, mengatakan, FKUB Kabupaten Mempawah sesuai Peraturan Bersama Menteri (PBM) Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006.

Pada PBM tersebut, tertuang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.

Serta mempunyai peran dan tugas, yaitu melakukan dialog di bidang keagamaan, menampung aspirasi, dan menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan Kebijakan Bupati Mempawah.

Sinergi Seluruh Pihak Menjaga dan Melestarikan Aset Wisata Alam dan Budaya Danau Sebedang

Kemudian tugas lainnya melakukan sosialiasasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan dibidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat, dan Memberikan rekomendasi atas pendirian rumah ibadah, serta usaha pencegahan dini konflik sosial.

"Untuk itulah FKUB, dituntut proaktif untuk mendeteksi, proaktif untuk melakukan pemetaan potensi gangguan. Proaktif untuk mencari solusi dan mediasi untuk meredam gangguan kerukunan umat beragama," katanya.

"Selain itu juga dituntut untuk mengidentifikasi dan merevitalisasi kearifan lokal yang dapat mendukung kerukunan antar umat beragama," tambahnya lagi.

Selanjutnya lanjut Iis Iskandar, beberapa permasalahan yang menjadi perhatian FKUB diantaranya, terkait isu pendirian rumah ibadah, penyiaran agama, bantuan luar negeri, perkawinan beda agama, Perayaan hari besar keagamaan, Penodaan agama, dan kerawanan konflik di tahun politik.

"Dengan sering munculnya isu-isu tersebut, diperlukan adanya pola pengembangan dalam membina dan memelihara kerukunan umat beragama melalui FKUB," katanya.

Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh Dewan Pengurus, untuk meningkatkan konsolidasi internal serta meningkatkan solidaritas dan kebersamaan, dan meningkatkan kinerja.

"Disisi lain, mari kita tingkatkan jalinan kemitraan yang strategis antara FKUB dengan Pemerintah dan berbagai komponen masyarakat," katanya.

Untuk itu, pada kesempatan tersebut Iis Iskandar juga memohon dukungan para pimpinan pemerintahan Daerah dan seluruh komponen masyarakat. Karena Keberadaan FKUB adalah untuk kemajuan bangsa dan negara.

"FKUB siap bersinergi dan berkolaborasi untuk mensukseskan program-program pembangunan baik di tingkat pusat, maupun daerah, jalinan kemitraan di antara kita akan menjadi kekuatan yang penting bagi pembangunan dan kemajuan bangsa," katanya.

Dirinya juga menyampaikan, tanpa kerukunan yang terjalin baik, maka berbagai program pembangunan bangsa akan menemui jalan buntu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved