Kapolres Singkawang Arwin Amrih Wientama Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri

Editor: Jamadin
Dok. Polres Singkawang
Kapolres Singkawang Arwin Amrih Wientama Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Mapolres, Sabtu 1 Oktober 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Personel Polres Singkawang melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di halaman Mapolres Singkawang Jl Firdaus H.R.II Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang, Sabtu 1 Oktober 2022.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kapolres Singkawang AKBP Arwin Amrih Wientama, S.H.,S.I.K.,M.H.

Sedangkan Perwira Upacara Kasat Resnarkoba Polres Singkawang, AKP Jumari  S.H., Komandan Upacara KBO Sat Resnarkoba Polres Singkawang IPTU Munaji S.H.

Hadir mengikuti upacara tersebut Waka Polres Singkawang, Para Kabag, Kasat, Kasubbag, Para Kapolsek jajaran, dan Para Kasi Polres Singkawang, dan Peserta Upacara terdiri dari Peleton Gab Pama Polres Singkawang dan Polsek Jajaran, Peleton Gab Staf, Peleton Personil Polsek Jajaran, Peleton Sat Samapta, Peleton Sat Lantas, Peleton Gab Reskrim, dan Resnarkoba, Peleton Sat Intelkam dan Peleton PNS Polres Singkawang.

Pelaksanaan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2022 dengan mengusung tema “ Bangkit Bergerak Tangguh Berlandaskan Pancasila” dan Pelaksanaan upacara berlangsung dengan Khidmat.

Kapolres AKBP Arwin Amrih Wientama, S.H., S.I.K.,M.H. mengatakan, upacara ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengenang para pahlawan Revolusi yang telah gugur dalam tragedi Nasional pada tahun 1965.

“Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri,” ucapnya

Wakapolda Kalbar Asep Safrudin Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Dengan peringatan kesaktian pancasila ini, diharapkan semangat tekad jiwa Bhinneka Tunggal Ika yang berlandaskan Pancasila semakin melekat kepada para pemuda penerus bangsa, sehingga bangsa Indonesia ini tetap utuh dalam satu kesatuan.

“Negara kita memiliki banyak sekali sejarah, semoga dengan sejarah itu menjadikan pelajaran ke depan, dan upacara ini dimaksudkan untuk memperingati serta mengenang para pahlawan, sekaligus sebagai kilas balik tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 yang dikenal dengan Gerakan 30 September,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved