Ngopi Bareng Bang Fauzan, Kapolres Mempawah Buka-bukaan Tentang Perjalanan Hidupnya

AKBP Fauzan bercerita, selama menjadi Kapolres Mempawah, Fauzan mengakui masyarakat Kabupaten Mempawah sangat cinta damai.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/(Dok. Humas Polres Mempawah)
Tema "Ngopi Bareng Fauzan" yang digelar oleh MC terkemuka di Kabupaten Mempawah, Gatot Plastik, di Warkop Goncang Lidah, Jalan GM Taufik Mempawah, pada Rabu 28 September 2022 malam kemarin, berhasil membuka keseharian Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, selain aktivitas kedinasannya sebagai anggota Polri. (Dok. Humas Polres Mempawah) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Tema "Ngopi Bareng Fauzan" yang digelar oleh MC terkemuka di Kabupaten Mempawah, Gatot Plastik, di Warkop Goncang Lidah, Jalan GM Taufik Mempawah, pada Rabu 28 September 2022 malam kemarin, berhasil membuka keseharian Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, selain aktivitas kedinasannya sebagai anggota Polri.

Berbagai tokoh muda dan pimpinan komunitas hadir dalam Ngopi Bareng itu, termasuk awak media, beserta jajaran Polres Mempawah.

Diketahui bahwa AKBP Fauzan Sukmawansyah merupakan Perwira Polri kelahiran Bandung 43 tahun silam.

Meski lahir di Bandung, Bang Fauzan, sapaan akrabnya, besar di Bengkulu.

Baca juga: Jelang Operasi Zebra Kapuas 3 Oktober 2022 Mendatang, Berikut Imbauan Kasat Lantas Polres Mempawah

“Ayah saya kelahiran Bengkulu, ibu Bandung. Saat saya berusia 4 tahun, ayah memboyong kami sekeluarga dari Bandung ke Bengkulu. Jadi saya besar-besarnya di Bengkulu,” ujar Bang Fauzan bercerita.

Bang Fauzan mengatakan, dirinya bangga dengan Mempawah. Terlebih, sejak ia resmi menjadi bagian dari masyarakat Kota Galaherang setelah mendapat anugerah gelar kekerabatan Keraton Amantubillah sebagai Pangeran Anom.

“Usut punya usut, ternyata gelar kekerabatan Keraton Amantubillah Mempawah ini mengungkap sisi lain silsilah keluarga saya di Sumatera, yakni Kerajaan Pagayurung,” jelasnya.

Silsilah kekerabatan Pagayurung, berdasarkan diskusinya dengan para sesepuh Keraton Amantubillah, ternyata memiliki kaitan erat di masa lalu dengan kekerabatan dengan masyarakat Mempawah.

“Di sinilah, saya tidak saja bangga, tapi juga merasa terkejut dan bersyukur. Karena itu, saya turut bahagia menjadi bagian dari masyarakat Mempawah,” katanya.

Besar di Bengkulu, Bang Fauzan semasa kecil banyak menuai prestasi olahraga dan ekstrakurikuler. Ia memiliki banyak hobi di cabang olahraga, khususnya sepakbola.

“Saya dari kecil sangat hobi sepakbola. Saya pernah tampil mewakili Bengkulu di Piala Hoarnas Surakarta, Jawa Tengah. Kemudian saat SMA, saya juga mewakili Bengkulu di Piala Suratin,” jelasnya.

Hampir seluruh pulau Sumatera pernah dijelajahi Fauzan karena bermain sepakbola, kecuali Aceh dan Sumatera Utara.

Sementara ekstrakurikuler, Fauzan turut aktif. Karenanya, saat mendaftar AKABRI, berbagai piagam penghargaan dari kegiatan Kirab Remaja Nasional hingga Paskibra Daerah, ia lampirkan di berkas pendaftaran sebagai bentuk kondite agar bisa masuk AKABRI.

Fauzan mendaftar AKABRI pada tahun 1997. Ia memilih tiga angkatan, yakni TNI AD, TNI AL dan Akademi Kepolisian, hingga kemudian dinyatakan lolos di Akpol sebagai calon perwira Polri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved