Wabup Muhammad Pagi Buka FGD Penyesuaian Harga BBM yang Digelar Perkumpulan Jurnalis Galaherang

Wabup Muhammad Pagi mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan FGD yang diadakan oleh rekan-rekan Jurnalis Galaherang Mempawah.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD), tentang Penyesuaian Harga BBM dan Langkah-langkah Pengendalian Pemerintah, yang digelar oleh Perkumpulan Jurnalis Galaherang (Pejuang) Mempawah di Cafe K-Tamb, Jalan GM Taufik, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa 27 September 2022. (Dok. Tribun Pontianak/Ramadhan) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD), tentang Penyesuaian Harga BBM dan Langkah-langkah Pengendalian Pemerintah, yang digelar oleh Perkumpulan Jurnalis Galaherang (Pejuang) Mempawah di Cafe K-Tamb, Jalan GM Taufik, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa 27 September 2022.

Wabup Muhammad Pagi mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan FGD yang diadakan oleh rekan-rekan Jurnalis Galaherang Mempawah.

"Kegiatan FGD ini merupakan langkah yang baik, karena melihat trending topik penyesuaian harga BBM yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, sehingga momen ini dapat dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi dari elemen masyarakat yang nantinya akan disampaikan oleh Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat," ucap Muhammad Pagi.

Pada momen tersebut, Muhammad Pagi juga meminta kepada pihak Pertamina agar tidak telat mendistribusikan BBM ke SPBU-SPBU yang ada di Kabupaten Mempawah.

Nelayan Togo di Mempawah Sebut Kenaikan Harga Solar Tidak Terlalu Berdampak Pada Aktivitas Melaut

"Kami berharap kepada Pertamina untuk tidak terlambat dalam mendistribusikan BBM, yang mana di beberapa SPBU Kabupaten Mempawah terjadi antrian panjang akibat keterlambatan pendistribusian," ucapnya.

Muhammad Pagi juga menyampaikan, saat ini Pemerintah daerah terus berupaya mengajukan penambahan pasokan BBM kepada Pertamina.

"Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Mempawah telah mengajukan penambahan pasokan BBM kepada Pertamina, yang mana saat ini terjadi peningkatan jumlah kebutuhan BBM akibat setiap tahunnya kendaraan semakin bertambah," terangnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati, Didik Krismanto yang turut menjadi pemateri pada FGD tersebut, ikut menyampaikan mengenai pengendalian Pemerintah Daerah menyikapi kenaikan BBM sudah dilakukan beberapa upaya oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah.

"Langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah adalah melakukan operasi Pangan untuk menekan terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok, memberikan bantuan sosial yang bekerjasama dengan Bulog dan merefokusing anggaran Daerah untuk dialokasikan ke Program Sosial," terangnya.

Sebelumnya, Didik menyampaikan faktor terjadinya kenaikan harga BBM akibat permasalahan Internasional dan adanya langkah yang sudah seharusnya dilakuka oleh Pemerintah Pusat dengan pertimbangan yang sangat matang.

"Subsidi BBM berdampak pada bertambahnya beban anggaran yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah, sehingga Pemerintah Pusat mengalihkan anggaran subsidi BBM yang dialokasikan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan," katanya.

"Kemudian langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Pihak terkait adalah mengawasi Bahan Bakar yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang seharusnya BBM tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, Pemerintah melakukan program BLT kepada masyarakat tidak mampu melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak boros dalam menggunakan energi listrik," terangnya lagi. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved