Utamakan Keamanan Data, BRI Apresiasi Pengesahan UU Perlindungan Data Pribadi

BRI mengapresiasi DPR RI yang mengesahkan Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi (PDP).

DOK. Humas BRI
Pemandangan Gedung BRI di Jakarta. 

TRIBUNPONTIANAK.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengapresiasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengesahkan Undang-undang (UU) Perlindungan Data Pribadi (PDP), Selasa (20/9/2022).

Sebab, pengesahan UU PDP menjadi momentum yang baik bagi BRI untuk semakin memperkuat aspek pengamanan data pribadi.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M Nugraha menyambut baik kehadiran regulasi tersebut sebagai upaya penguatan regulasi aspek keamanan data.

Dia berharap, UU tersebut dapat semakin meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap berbagai layanan keuangan, khususnya di BRI.

Arga menjelaskan, keamanan data pribadi merupakan aspek yang sangat penting bagi BRI karena hal tersebut merupakan amanah yang dipercayakan nasabah BRI.

Untuk mendukung hal tersebut, BRI mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan data pribadi nasabah.

Hal itu juga sejalan dengan beberapa peraturan pemerintah dan regulator seperti kerahasiaan privasi data nasabah yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen di Jasa Keuangan (disempurnakan dengan POJK Nomor 31/POJK.07/2020 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Konsumen dan Pelayanan Publik di Jasa Keuangan)

Langkah itu juga selaras dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 14/SEOJK.07/2014 tentang Kerahasiaan dan Keamanan Data dan/atau Informasi Pribadi Konsumen, serta pemberlakukan UU PDP (Undang-undang Perlindungan Data Pribadi) yang baru saja disahkan.

“Amanah dan regulasi tersebut kami terjemahkan menjadi tindakan konkret dalam memastikan keamanan data nasabah,” ungkap Arga.

Tindakan tersebut, sebut dia, antara lain menerbitkan kebijakan internal, menyusun kewajiban dan sanksi bagi pekerja serta para partner dan vendor dalam menjaga data, hingga membentuk organ Chief Information Security Officer (CISO).

“Selain itu kami juga melakukan penguatan dari sisi perangkat keamanan jaringan dan penggunaan teknologi seperti data loss prevention (DLP),” ungkapnya.

Network security assessment dan penetration testing juga selalu kami lakukan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

Agra menambahkan, BRI juga mengedepankan kolaborasi antarinstitusi, termasuk regulator lintas industri, untuk melakukan pertukaran pengetahuan serta informasi modus kejahatan dan serangan siber dan juga untuk edukasi masyarakat.

“Ini perlu kita lakukan agar manfaat penguatan ketahanan secara sistemik diperoleh oleh seluruh industri,” ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved