Kadiskes Kalbar Imbau Masyarakat untuk Lebih Mengenali Gejala DBD

Kadiskes mengimbau jika gejala pasien sudah seperti yang dijelaskan, maka pasien tersebut harus secepatnya di bawa  ke Fasilitas Kesehetan untuk menda

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Hary Agung saat ditemui di Ruang Kerjanya, Jumat 2 September 2022.// Anggita Putri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, drg. Harry Agung Tjahyadi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih mengenali gejala Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dijelaskan Kadiskes, pasien DBD akan mengalami gejala demam tinggi 2 sampai 7 hari yang biasanya disertai dengan ruam bintik-bintik merah.

Kadiskes mengimbau jika gejala pasien sudah seperti yang dijelaskan, maka pasien tersebut harus secepatnya di bawa  ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan dari Tim Medis. 

Tim Nuan Tenang Keluar Sebagai Pemenang Lomba Sampan Bidar dalam Event Pesona Kulminasi Pontianak

“Harus segera dibawa kerumah sakit jangan sampai terlambat. Jadi kalau sudah dua hari tidak ada menurun segera bawa kerumah sakit sehingga bisa dilakukan pemantauan oleh tenaga kesehatan baik itu dipuskesmas, di klinik maupun rumah sakit sehingga tidak terlambat,” ujarnya, Minggu 25 September 2022.

Lanjut Kadiskes menjelaskan “Karena nanti pada fase demam yang tinggi dan disertai dengan keluar bintik-bintik merah itu juga akan terjadi penurunan jumlah trombosit didalam tubuh penderita.

Ini yang nanti juga berbahaya jangan sampai ada pecahnya plasma darah,” timpalnya. 

Kadiskes mengatakan upaya lain yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya penularan kasus DBD, yaitu dengan melakukan gerakan Tiga M. 

“Gerakan menguras atau membersihkan tempat penampungan air, kemudian menutup tempat-tempat penampungan air, kemudian ketiga memanfaatkan barang-barang yang dapat menjadi tempat sarang nyamuk tadi,” imbaunya. 

Selain itu, disebutkan Kadiskes ada juga gerakan plus yang masyarakat lakukan. Musalnya memberikan ikan pada tempat penampungan air untuk memakan jentik. 

Kemudian bisa dengan pemberian abate, pemberian loution anti nyamuk pada anak-anak sekolah dan sebagainya. 

"Ini juga harus dilakukan gerakan masal oleh masyarakat secara serentak dan juga dan ini mudah-mudahan bisa menekan angka penularan atau kejadian angka DBD,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved