Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Protestan Minggu 25 September 2022, Bukan Soal Semangat

Lihat bacaan Ayat Alkitab renungan harian Kristen Protestan Minggu 25 September 2022 diambil dari Matius 5:41.

EVARISTO SA / AFP
Umat Katolik berkerudung mewakili tentara Romawi, yang dikenal sebagai "Farricocos", membawa obor menyala selama prosesi Pekan Suci Fogareu tahunan di Goias, 350 (217 mil) km barat Brasilia, pada awal 14 April 2022. Lihat bacaan Ayat Alkitab renungan harian Kristen Protestan Minggu 25 September 2022 diambil dari Matius 5:41. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bacaan renungan harian Kristen Protestan Minggu 25 September 2022.

Lihat bacaan Ayat Alkitab renungan harian Kristen Protestan diambil dari Matius 5:41.

Pada bacaan renungan harian Kristen Protestan ini merupakan catatan dari seorang penginjil Oswald Chambers.

Dalam renungan harian Kristen Protestan hari ini Oswald Chambers mengangkat tema “Persiapan Melayani (2): Bukan Soal Semangat”.

Hubungan terhadap orang lain yang dituntut Yesus bagi kita adalah hubungan yang mustahil, jika Dia tidak mengerjakan suatu karya adikodrati dalam diri kita menaruh sifat-Nya sendiri dalam kita, setelah Dia memilih kita.

Renungan Harian Kristen Sabtu 24 September 2022 Mempersilakan Diperiksa oleh Firman Allah

Lihat bacaan Ayat Alkitab

5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Lihat bacaan renungan harian Kristen Protestan

“Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.” (Matius 5:41)

Ajaran Yesus dapat diringkas sebagai berikut: hubungan yang dituntut-Nya dari kita merupakan hubungan yang mustahil, jika Dia tidak mengerjakan suatu karya adikodrati dalam diri kita.

Yesus Kristus menuntut agar murid-Nya sama sekali tidak membiarkan sedikit kebencian atau perasaan tidak suka dalam hatinya, bila berhadapan dengan kelaliman dan ketidakadilan.

Tidak ada semangat atau antusiasme yang cukup besar (yang datang dari diri sendiri) untuk dapat bertahan terhadap tekanan yang akan diletakkan Yesus Kristus atas hamba-Nya.

Hanya satu hal yang dapat menanggung tekanan tersebut, yaitu hubungan pribadi dengan Yesus Kristus sendiri suatu hubungan yang telah diselidiki, dimurnikan, dan diuji sampai hanya satu tujuan yang tinggal dan saya dapat dengan sungguh berkata, “Aku ada di sini bagi Allah untuk mengirimkan aku ke mana Dia kehendaki.”

Semua hal lain boleh menjadi kelam, tetapi hubungan dengan Yesus Kristus tidak boleh kelam.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved