Soal Pembentukan Provinsi Kapuas Raya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin Enggan Bicara

pembentukan provinsi kapuas raya menjadi satu di antara program pemekaran yang terus diupayakan pemprov kalbar

Penulis: Anggita Putri | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo
Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin saat ditemui awak media setelah Menghadiri Peringatan Hari Lahir Nabi Kong Zi ke-2573, dengan mengusung tema Dengan Kitab Suci Membangun dan Memupuk Persaudaran, digelar oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), di Pontianak Convention Center (PCC), Pontianak, Kamis 22 September 2022. Tribun Pontianak/Tri Pandito Wibowo 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil presiden Ma'ruf Amin tak mau berkomentar saat ditanya soal pembentukan Provinsi Kapuas Raya.

Saat ditanya reporter Tribun Pontianak, Ma'ruf Amin mengarahkan untuk bertanya ke gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

“Itu (Pemekaran Kapuas Raya) dengan Pak Gubernur ya," kata Maruf Amin saat ditanya wartawan usai menghadiri acara Peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kong Zi ke 2573 di Pontianak Convention Centre, Kamis 22 September 2022.

Wapres RI Enggan Jawab Pertanyaan Wartawan di Pontianak Tentang Pemekaran Provinsi Kapuas Raya

Pembentukan provinsi Kapuas Raya memang sudah lama diperjuangkan.

Beberapa daerah yang masuk dalam rencana provinsi ini adalah Sanggau, Sintang, Sekadau, Kapuas Hulu dan Melawi.

Sebelumnya, pada rilis resmi di website Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa saat ini pemerintah masih melakukan moratorium pemekaran daerah otonom baru (DOB), kecuali untuk Papua dan Papua Barat.

Sebab menurutnya beberapa daerah yang ingin melakukan pemekaran wilayah memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup kecil sehingga berdasarkan kajian akan bergantung kepada APBN.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved