Lokal Populer

Berbagai Upaya Tambah Populasi Sapi di Kabupaten Sambas

memberikan bantuan ternak sapi betina kepada kelompok tani untuk dikembangbiakkan. Hal itu sebagai upaya meningkatkan jumlah populasi sapi

TRIBUNPONTIANAK/TRI PANDITO WIBOWO
Satu di antara lapak pedagang daging sapi di Pasar Flamboyan Kota Pontianak, Rabu, 21 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo menyebutkan berbagai upaya menambah populasi sapi di Kabupaten Sambas, Kamis 22 September 2022.

Ganjar Eko Prabowo menjelaskan pihaknya memberikan bantuan ternak sapi betina kepada kelompok tani untuk dikembangbiakkan. Hal itu sebagai upaya meningkatkan jumlah populasi sapi.

"Upaya untuk meningkatkan jumlah populasi sapi dilakukan dengan memberikan bantuan ternak sapi betina untuk dikembangbiakkan kepada kelompok tani," katanya

Selain itu, pihaknya juga melakukan intensifikasi kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas ternak sapi.

Daging Sapi Langka, Ahli Gizi Sarankan Masyarakat Beralih Mengkonsumsi Ikan

Di samping itu, imbuh dia, secara nasional vaksinasi PMK juga sedang dilaksanakan oleh Pemerintah agar ternak dapat kembali dilalulintaskan.

"Pada saat ini juga sedang dilaksanakan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di seluruh Indonesia. Diharapkan dengan telah dilaksanakannya gerakan vaksinasi ini hewan ternak dapat kembali di lalulintaskan," katanya.

PMK Pengaruhi

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo mengungkapkan saat ini harga daging sapi berkisar Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, Kamis 22 September 2022.

Kapolres Sambas Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek

Ganjar Eko Prabowo menjelaskan rata-rata kebutuhan daging sapi di Kabupaten Sambas tercatat 5500 hingga 6000 ekor per tahun.

"Saat ini harga daging sapi berkisar Rp140 ribu hingga RP150 ribu per kilogram. Pemotongan sapi di Kabupaten Sambas per tahun sejumlah sekitar 5.500-6000 ekor.

Dia merincikan, jumlah pemotongan rata-rata per bulan sedikitnya berkisar 300 ekor sapi. Dia melanjutkan, angka pemotongan sapi meningkat menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri dan Iduladha.

"Jumlah pemotongan meningkat pada saat hari-hari besar seperti menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri dan Iduladha," katanya.

Sementara itu, pada hari-hari biasa, jumlah pemotongan akan lebih banyak pada akhir pekan. Pada kondisi normal, imbuh dia, sapi yang dipotong di Kabupaten Sambas sebagian besar didatangkan dari luar Kabupaten Sambas.

"Baik sapi siap potong maupun sapi bakalan yang digemukkan oleh peternak lokal. Saat ini dikarenakan wabah PMK, dimana lalu lintas ternak dibatasi sehingga jumlah ternak sapi potong yang didatangkan dari luar Kalbar khususnya dari Pulau Jawa, Pulau Madura sangat berkurang," katanya.

Dia berujar, untuk memenuhi permintaan daging sapi di Kabupaten Sambas maka terjadi peningkatan pemotongan sapi lokal. Pihaknya pun berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Barat untuk mendatangkan sapi dari luar Kalbar.

"Koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Barat telah dilakukan untuk upaya mendatangkan ternak sapi potong dari luar. Sesuai dengan aturan yang ada. Seperti yang telah dilakukan pada saat menjelang Hari Raya Iduladha lalu," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved