6000 Ekor Sapi Dipotong Per Tahun, Kadis Peternakan Sebut PMK Pengaruhi Lalu Lintas Ternak

"Jumlah pemotongan meningkat pada saat hari-hari besar seperti menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri dan Iduladha," katanya.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
Kepala Dinas PPKH Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo. Dok Tribun/Imam 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo mengungkapkan saat ini harga daging sapi berkisar Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, Kamis 22 September 2022.

Ganjar Eko Prabowo menjelaskan rata-rata kebutuhan daging sapi di Kabupaten Sambas tercatat 5500 hingga 6000 ekor per tahun.

"Saat ini harga daging sapi berkisar Rp140 ribu hingga RP150 ribu per kilogram. Pemotongan sapi di Kabupaten Sambas per tahun sejumlah sekitar 5.500-6000 ekor.

Dia merincikan, jumlah pemotongan rata-rata per bulan sedikitnya berkisar 300 ekor sapi. Dia melanjutkan, angka pemotongan sapi meningkat menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri dan Iduladha.

Tugas Pokok Bersama Tangani Stunting, Dandim Sambas Ajak Jadikan Generasi Kekuatan Besar

"Jumlah pemotongan meningkat pada saat hari-hari besar seperti menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri dan Iduladha," katanya.

Sementara itu, pada hari-hari biasa, jumlah pemotongan akan lebih banyak pada akhir pekan. Pada kondisi normal, imbuh dia, sapi yang dipotong di Kabupaten Sambas sebagian besar didatangkan dari luar Kabupaten Sambas.

"Baik sapi siap potong maupun sapi bakalan yang digemukkan oleh peternak lokal. Saat ini dikarenakan wabah PMK, dimana lalu lintas ternak dibatasi sehingga jumlah ternak sapi potong yang didatangkan dari luar Kalbar khususnya dari Pulau Jawa, Pulau Madura sangat berkurang," katanya.

Dia berujar, untuk memenuhi permintaan daging sapi di Kabupaten Sambas maka terjadi peningkatan pemotongan sapi lokal. Pihaknya pun berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Barat untuk mendatangkan sapi dari luar Kalbar.

"Koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Barat telah dilakukan untuk upaya mendatangkan ternak sapi potong dari luar. Sesuai dengan aturan yang ada. Seperti yang telah dilakukan pada saat menjelang Hari Raya Iduladha lalu," tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved