Profil
Profil dan Sejarah Denjaka, Pasukan TNI Paling Ditakuti di Dunia Bahkan Dijuluki Hantu Laut
Pasukan TNI Denjaka tengah mencuri sorotan usai Indonesia ditetapkan sebagai negara di posisi pertama dengan militer terkuat di Asia Tenggara.
Detasemen Jalamangkara selain sebagai Komando Pelaksana Korps Marinir yang berkedudukan langsung di bawah Dankormar, juga sebagai pelaksana utama Panglima TNI.
Sebagai Komando Pelaksana Korps Marinir, Denjaka mempunyai tugas pokok dalam membina kekuatan dan kemampuan satuan Detasemen Jalamangkara.
Baca juga: Profil Laksamana Yudo Margono, Sosok yang Diisukan Bakal Gantikan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Sejarah Denjaka
Pada 4 November 1982, KSAL membentuk organisasi tugas dengan nama Pasukan Khusus AL (Pasusla).
Keberadaan Pasusla didesak oleh kebutuhan akan adanya pasukan khusus TNI AL guna menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut.
Seperti terorisme, sabotase, dan ancaman lainnya.
Pada tahap pertama, direkrut 70 personel dari Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Komando dan pengendalian pembinaan di bawah Panglima Armada Barat dengan asistensi Komandan Korps Marinir.
KSAL bertindak selaku pengendali operasional. Markas ditetapkan di Mako Armabar.
Melihat perkembangan dan kebutuhan satuan khusus ini, KSAL menyurati Panglima TNI yang isinya berkisar keinginan membentuk Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka.
Baca juga: Sosok Ayah Putri Candrawathi, Mertua Ferdy Sambo Ternyata Salah Satu Perwira Tinggi di TNI
Biodata Denjaka
Dibentuk: 4 November 1982
Negara: Indonesia
Cabang: TNI Angkatan Laut
Tipe unit: Pasukan Antiteror