Kulminasi Matahari Menjadi Brand Kota Pontianak

Kota Pontianak yang berada diilintasan garis khatulistiwa, tepatnya pada 2° 05' LU – 3° 05' LS dan 108° 30' – 114° 10' BT.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai mendirikan telor di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak Utara Kota Pontianak Kalimantan Barat bersama Forkompinda Kota Pontianak pada Rabu 21 September 2022. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kulminasi Matahari yang biasa disebut dengan hari tanpa bayangan merupakan momentum langka yang terjadi di Kota Pontianak.

Hari tanpa bayangan ini terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada 21-23 Maret dan September.

Pada tahun 2022 peringatan Kulminasi Matahari ini dirangkai dengan berbagai agenda diantaranya ialah ialah kegiatan kebudayaan dan mendirikan telor.

Tepat pada waktu kulminasi ini, maka semua benda akan hilang bayangannya lantaran matahari tepat berada diatas benda itu degan nol derajat.

Baca juga: Bertolak ke Pontianak, Wapres Maruf Amin akan Hadiri Peringatan Hari Lahir Nabi Kong Zi

Kota Pontianak yang berada diilintasan garis khatulistiwa, tepatnya pada 2° 05' LU – 3° 05' LS dan 108° 30' – 114° 10' BT. Sehingga dijuluki Kota Khatulistiwa atau Equator.

"Kegiatan ini menjadi brand kota Pontianak yang akan terus kita lestarikan setiap tahun dirangkaikan dengan budaya, kesenian, olahraga dan kita harapkan ini terus berkembang menjadi satu event tidak hanya lokal, tapi nasional," ungkap Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai mendirikan telor di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak Utara Kota Pontianak Kalimantan Barat bersama Forkompinda Kota Pontianak pada Rabu 21 September 2022.

Menurut Wako Edi, kejadian langka yaitu hari kulminasi matahari ini terjadi beberapa keunikan, diantaranya ialah berdirinya telor dan hilangnya bayangan benda di waktu tersebut.

Tepat sekitar pukul 11.25 mereka mulai mendirikan telor bersama-sama yang membuktikan keunikan yang dimiliki oleh Kota Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat.

Pasalnya, Kulminasi Matahari di Kota Pontianak ini sudah masuk pada 100 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.

Wako Edi melihat peringatan Kulminasi Matahari pasca pandemi covid-19 ini memang berbeda dari sebelumnya.

"Antusias masyarakat warga Kota Pontianak saat ini cukup tinggi menyambut peringatan kulminasi sehingga keterlibatan semua pihak bisa mensukseskan acara ini dan ini termasuk event nasional," jelasnya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya untuk meningkatkan sarana maupun prasarana di kawasan Tugu Khatulistiwa agar lebih menarik wisatawan untuk berkunjung. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved