Kolaborasi Mie 8 Dewa dan The Burgos, Tawarkan Citarasa Baru Bubur Anglai dan Bubur Acek

Dua brand kuliner ternama di Kota Pontianak, Mie 8 Dewa dan The Burgos, berkolaborasi dengan membuat menu bersama. 

Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Dua brand kuliner ternama di Kota Pontianak, Mie 8 Dewa dan The Burgos, berkolaborasi dengan membuat menu bersama. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dua brand kuliner ternama di Kota Pontianak, Mie 8 Dewa dan The Burgos, berkolaborasi dengan membuat menu bersama. 

Ada dua menu yang akan mereka tawarkan selama program kolaborasi ini, Bubur Anglai (Bubur Nanas) dan Bubur Acek (Bubur Paman).

Kisah awal kolaborasi ini bermula di pertengahan Juli 2022, kedua owner brand tersebut bertemu tak sengaja.

"Mereka mengobrol dan tercetuslah ide untuk kolaborasi Mie 8 Dewa dan The Burgos," kata Rivaldi Febrizal, juru masak Mie 8 Dewa.

"Beberapa minggu kemudian, kami langsung merancang. Otak-atik menu. Kurang lebih dua minggu prosesnya," tambah Dwi Santoso, juru masak The Burgos.

Baca juga: Daging Sapi Lokal Mahal dan Langka, Ini Komentar Pengusaha Rumah Makan

Akhirnya setelah melalui proses bongkar pasang, ngutak-atik bahan, akhirnya Mie 8 Dewa Dan The Burgos menghasilkan dua menu, yang bahan-bahannya diambil dari masing-masing brand, seperti bubur, daging asap, ayam cincang, pangsit.

Dua brand kuliner ternama di Kota Pontianak, Mie 8 Dewa dan The Burgos, berkolaborasi dengan membuat menu bersama.
Dua brand kuliner ternama di Kota Pontianak, Mie 8 Dewa dan The Burgos, berkolaborasi dengan membuat menu bersama. (TRIBUNFILE/ISTIMEWA)

"Kami juga memasukkan bahan-bahan lokal, seperti nanas," ujar Rivaldi.

Untuk proses pembuatan menu, Rivaldi mengaku mengalami beberapa kali kegagalan.

Dua brand kuliner ternama di Kota Pontianak, Mie 8 Dewa dan The Burgos, berkolaborasi dengan membuat menu bersama. 
Dua brand kuliner ternama di Kota Pontianak, Mie 8 Dewa dan The Burgos, berkolaborasi dengan membuat menu bersama.  (TRIBUNFILE/ISTIMEWA)

"Karena merasa, oh ini gak cocok ni dengan bahan ini, dan ini bagusnya ditambah bahan ini. Akhirnya kami kepikirian untuk mencoba menggunakan salah satu buah yang sering dijadikan bahan makanan oleh warga Melayu Pontianak, nanas," paparnya.

"Ada sedikit pesan juga yang ingin kami sampaikan, ada korelasi antara daging 'asap' dan nanas. Yang mana kedua hal tersebut berkaitan dengan bencana rutin yang sering terjadi di daerah ini, yaitu kebakaran lahan gambut. Asap yang dihasilkan kebakaran lahan gambut dan nanas yang tumbuh di lahan gambut, paparnya.

Baca juga: Kulminasi Matahari Masuk Event Nasional, Pemkot akan Jadikan Tugu Khatulistiwa Park 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved