Ziarah Akbar di Makam Opu Daeng Manambon, Raja Mempawah: Tapak Tilas Sejarah Kerajaan Mempawah

Raja juga mengatakan, prosesi ziarah makam Opu Daeng Manambon selalu dilakukan setiap tahun dalam pelaksanaan rangkaian Robo-robo.

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, berjabat tangan dengan Bupati, Dandim, dan jajaran Forkopimda seusai lakukan Ziarah makam Opu Daeng Manambon dan pelepasan hewan puake (buaya) di sungai Sebukit, pada rangkaian ritual Robo-robo, Selasa 20 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, mengatakan, ziarah akbar yang dilakukan di Makam Opu Daeng Manambon adalah proses mengenang tapak tilas dari sejarah kerajaan Mempawah.

"Hal ini dilakukan adalah supaya kita tidak meninggalkan sejarah dan tidak melupakan sejarah. Agar kita tetap mengenang perjuangan para pendahulu kita sehingga kita lebih cinta akan tanah air kita ini," tegasnya kepada awak media, seusai prosesi ziarah dan pelepasan puake di sungai Sebukit, Selasa 20 September 2022.

Raja Mempawah menyebut, ziarah yang dilakukan ini merupakan sebagai bentuk adab akan adanya leluhur.

Rangkain Ritual Robo-robo, Raja Mempawah & Pemerintah Daerah Lakukan Ziarah Makam Opu Daeng Manambon

"Karena bagaimanapun kalau orang beradab, dia tau adat istiadatnya. Dia pasti menghormati leluhurnya," tegasnya.

Raja juga mengatakan, prosesi ziarah makam Opu Daeng Manambon selalu dilakukan setiap tahun dalam pelaksanaan rangkaian Robo-robo.

"Budaya harus tetap kita jaga agar warisan leluhur ini tidak dilupakan. Bagaimana cara melestarikannya? Yakni dengan mencintai adat budaya yang ada," terangnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved