Lokal Populer

Monitoring Kelompok Budidaya Ikan Binaan Yayasan Palung

Dari hasil monitoring ini, budidaya ikan oleh Kelompok Mina Sehati tergolong berhasil, ini ditandai dengan semakin bertambahnya ikan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Yayasan Palung
Tim dari Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung, monitoring kelompok budidaya Ikan binaan Kelompok Mina Sehati di Dusun Tanjung Gunung, Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung telah melakukan monitoring langsung kepada Kelompok Budidaya Ikan binaan

Pada kesempatan tersebut, monitoring dilakukan kepada Kelompok Mina Sehati di Dusun Tanjung Gunung, Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Dari hasil monitoring ini, budidaya ikan oleh Kelompok Mina Sehati tergolong berhasil, ini ditandai dengan semakin bertambahnya ikan karena sudah berkembang biak.

Atas hal ini, Asisten Field Officer Program SL Yayasan Palung, Salmah menuturkan adapun jenis ikan yang dibudidayakan oleh kelompok ini adalah ikan nila merah dan nila hitam.

Baca juga: Dua Mahasiswa IAIN Pontianak Ikuti Ajang Internasional BUAF ke-6

Ikan-ikan dari hasil budidaya tersebut, nantinya akan disortir (dipilah-pilah) sesuai ukuran.

“Nantinya juga, hasil dari penyortiran ini akan dijual untuk modal pengembangan selanjutnya,” ucap Salmah. Minggu 18 September 2022.

Lebih lanjut, Ia menerangkan pengembangan-pengembangan budidaya ikan tersebut nantinya digunakan untuk pembuatan kolam baru dan biaya perawat dan pakan ikan.

Sementara itu, menurut anggota Kelompok Mina Sehati, Bapak Abdul Hamid menyampaikan semula ikan yang berada di tiga kolam jumlahnya 1000 ekor.

Saat ini, ikan sudah berkembang biak yang diperkirakan ada sekitar 6000 ekor.

Subsidi Pertanian dan Perikanan

Bupati Sambas, H Satono mengatakan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,3 Miliar dari Penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Sambas, untuk program subsidi di sektor pertanian dan perikanan, Kamis 15 September 2022. 

"Ingat ya, tolong digaris bawahi Rp.4,3 Miliar itu dari penerimaan DAU. Contoh misalnya untuk subsidi pupuk, pembagian bibit-bibit, hingga pelatihan-pelatihan yang ada melalui program Pemuda Siap Kerja sebagai upaya mengurangi inflasi," katanya.

Baca juga: Dandim Singkawang Pastikan Yudianto Warga Landak Tidak Menjadi Korban Tanah Longsor di Bengkayang

Bupati Satono mengatakan, bertapa pentingnya sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Sambas dalam menyokong ekonomi masyarakat.

Bahkan, Kabupaten Sambas adalah penyuplai 25 persen beras untuk Provinsi Kalimantan Barat.

"Di sektor pertanian, kami di Kabupaten Sambas penyuplai seperempat kebutuhan beras di Kalbar. Saya bersyukur sekali 70 persen populasi penduduk Sambas itu bergerak di sektor pertanian. Komplit di dalamnya holtikultura dan lain-lain," katanya.

Bupati Satono mengatakan, alokasi Rp4,3 Miliar dari Penerimaan DAU tadi juga dialokasikan untuk mendukung implementasi Undang-undang Cipta Kerja. 

"Kita siapkan paket-paket pelatihan untuk mempersiapkan pemuda-pemudi siap kerja yang punya lifeskill. Jadi tamatan SMA, S1 sekarang mereka banyak nganggur. Kalau nganggur terus terjadi inflasi, harga barang mahal mereka mau makan apa," katanya.

Satono menekankan, lifeskill yang diberikan kepada pemuda-pemudi Kabupaten Sambas tersebut sebagai bekal mereka jika seandainya ada yang ingin bekerja di luar negeri maka sudah ada keahlian.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved