Minim Pasokan Lokal, Harga Sayuran di Sintang Naik

Marjan mengakui, kenaikan harga berimbas pada sepinya pembeli. Jika dagangan tak laku dan busuk, terpaksa dibuang.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Marjan pedagang sayur di pasar junjung buih melayani pembeli. Kenaikan harga BBM mulai dirasakan oleh para pedagang. Mau tak mau, mereka ikut mekanisme pasar. Ketika harga beli naik, mereka juga menaikkan harga jual ke konsumen. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Sudah harga naik, pembeli sepi lagi. Itulah yang dirasakan para pedagang di Pasar Junjung Buih Sintang, Kalimantan Barat.

Kenaikan harga BBM mulai dirasakan oleh para pedagang. Mau tak mau, mereka ikut mekanisme pasar. Ketika harga beli naik, mereka juga menaikkan harga jual ke konsumen.

"Semenjak BBM naik, naik semua lah harganya. Pokok semua naik, cabe bawang, sayur- sayur daun. Sekitar 10 persen kenaik semua jenis sayur," kata Marjan, pedagang sayur di Pasar junjung buih, Rabu 14 September 2022.

Sebagian besar komoditas sayur-mayur yang dipasok dari luar Sintang, mengalami kenaikan harga. Sejak pemerintah menaikkan harga BBM, ongkos biaya transportasi juga naik. Sementara, pasokan sayur lokal tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Inflasi di Sintang Tinggi, Yustinus Dorong Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah

"Harga ongkos kirim yang berubah. Cabai, dari Pontianak. Sebenarnya ada dari Sintang tapi ndak cukup. Khusus cabai lokal ndak mencukupi. Kecuali timun, terang, sawi, itu lokal semua," ungkap Marjan.

Saat ini, Marjan menjual cabai satu ons Rp 13 ribu rupiah, perkilonya 120. "Barang ndak ada yang dari lokal, mahal karena biaya transportasi. Ongkos kirim naik," jelasnya.

Marjan mengakui, kenaikan harga berimbas pada sepinya pembeli. Jika dagangan tak laku dan busuk, terpaksa dibuang.

"Barang naik pembeli sepi. Berkurang omsetnya. Ndak ada solusi. Kalau ndak laku dibuang lah, kalau dipertahankan pun ndak bisa. Ndak bisa dijual lagi, sudah resikonya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved