Kabid Peternakan DPKPP Sebut Kasus PMK di Kabupaten Mempawah Sudah Nihil

"Alhamdulillah saat ini Kabupaten Mempawah sudah aman dari penyebaran kasus PMK, tidak ada lagi tambahan kasus," terang Kabid Peternakan DPKPP Kabupat

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Petugas Kepolisian dari Polda Kalbar saat menyemprotkan Disinfektan ke bagian kandan sapi untuk mencegah penyebaran PMK, Kamis 7 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Bidang Peternakan menyebut saat Kabupaten Mempawah sudah nihil penyebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan berkuku belah.

Dimana diketahui sebelumya di Kabupaten Mempawah terkait kasus PMK, terdapat 442 kasus, 425 sembuh, 16 dipotong paksa, dan 1 mati.

"Alhamdulillah saat ini Kabupaten Mempawah sudah aman dari penyebaran kasus PMK, tidak ada lagi tambahan kasus," terang Kabid Peternakan DPKPP Kabupaten Mempawah, Tika Nurhayati, Selasa 13 September 2022.

Untuk itu, dirinya menegaskan, untuk saat ini virus PMK yang menyerang pada hewan kuku belah di Kabupaten Mempawah sudah nihil.

Wabup Muhammad Pagi Buka Sosialisasi Pengendalian dan Penanggulangan PMK

"Jadi sekarang sudah nihil kasus PMK. Ini juga berkat sosialisasi dan vaksinasi pada hewan yang kita lakukan," katanya.

Dirinya menyebut terkait vaksinasi pada hewan terus dilakukan di sembilan Kecamatan yang ada di Kabupaten Mempawah.

"Terkait vaksinasi saat ini terus kita gencarkan, mencegah adanya kasus baru," tegasnya.

Untuk itu, Tika juga mengimbau agar para peternak tidak melakukan pembelian hewan ternak di kawasan kawasan yang tertular virus PMK.

"Hal itu juga selalu kita gencarkan dalam sosialisasi yang kita lakukan bersama tim Satgas PMK di seluruh Kecamatan di wilayah Mempawah," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved