Wabup Muhammad Pagi Buka Sosialisasi Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Atas nama Pemkab Mempawah, Wabup mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar yang telah mengakomodir

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, membuka kegiatan Sosialisasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Kamis 8 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, membuka kegiatan Sosialisasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Kamis 8 September 2022.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua, Wakil Ketua beserta anggota Satuan Tugas PMK Kabupaten Mempawah, para Camat, Kapolsek dan Danramil serta OPD terkait.

Atas nama Pemkab Mempawah, Wabup mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar yang telah mengakomodir kegiatan sosialisasi PMK di Kabupaten Mempawah.

BAZNAS Mempawah Salurkan Bantuan Dana Zakat ke Masyarakat

Sebagaimana diketahui bersama, kata Wabup penyakit PMK merupakan salah satu penyakit pada ternak yang menjadi isu nasional. Dan Kabupaten Mempawah telah ditetapkan sebagai daerah wabah penyakit PMK.

“Adapun hingga saat ini, kejadian kasus PMK telah tersebar di 6 Kecamatan, dan dari 6 Kecamatan tersebut ada 21 desa yang tertular penyakit PMK. Dengan jumlah ternak yang tertular sebanyak 442 ekor diantaranya 10 ekor kambing, domba 3 ekor, dan sapi 429 ekor,” terang Wabup.

Disamping itu, ungkap Wabup dalam upaya pengendalian PMK di Kabupaten Mempawah, telah dilakukan beberapa kegiatan antara lain pengobatan, desinfeksi, vaksinasi, sosialisasi dan bimtek.

“Saya harap kepada peserta sosialisasi agar dapat memanfaatkan ilmu yang didapat dari sosialisasi ini. Selain itu dapat menyebarkannya kepada masyarakat, khususnya peternak yang ada di sekitar bapak/ibu sekalian,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis PKPP Mempawah, Gusti Basrun, menyebut, sosialisasi yang dilakukan merupakan salah satu bentuk pemahaman mengenai penyelesaian PMK di Kabupaten Mempawah.

"Sosialisasi ini kami lakukan merupakan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi masyarakat dan stakeholder terkait dalam rangka membebaskan Kabupaten Mempawah dari wabah PMK, sehingga kerugian yang diakibatkan penyakit tersebut dapat diminimalisir dan kerja tim satgas dapat dioptimalkan," terangnya.

Lebih lanjut, Gusti Basrun menyebut, Kasus PMK pertama kali muncul dipermukaan dimulai di Desa Sungai Nipah Kecamatan Jongkat pada 6 Mei 2022, dan pada saat itu ada tiga ekor kambing yang terpapar PMK.

Selanjutnya kata Basrun dilakukan investigasi yang dilaksanakan pada 9 Mei dengan melibatkan tim BALAI Veteriner Banjar Baru, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar.

"Hasil lab diterima tanggal 12 Mei, dari 10 sampel yang diambil 9 positif 1 negatif," katanya.

Dua minggu kemudian tambah Basrun, kasus ditemukan di Desa Nusapati, Wajok Hulu dan Sungai Pinyuh pada Sapi.

"Untuk puncak kasus terjadi pada bulan Juni dengan rata-rata kasus harian 15 ekor," katanya.

Sampai dengan saat ini, lanjut Basrun terdapat 442 kasus, 425 sembuh, 16 dipotong paksa, dan 1 mati.

"Untuk jumlah Kecamatan tertular sampai dengan saat ini terdiri dari 6 Kecamatan 21 Desa/ Kelurahan," terangnya.

Gusti Basrun menjelaskan, untuk pencegahan dan mengantisipasi melonjaknya kasus PMK, maka digencarkan vaksinasi PMK.

"Vaksinasi kita mulai dari daerah zona hijau selanjutnya zona kuning dan zona merah. Prioritas kita ternak yang divaksin ternak sapi, kemudian ternak yang sehat, selanjutnya umur ternak yang divaksin minimal 2 minggu, dan sebelum dilakukan vaksinasi dilakukan pemeriksaan kesehatan," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved